Hujan Lebat, Empat Desa di Krejengan Terendam Banjir

KRAKSAAN, Radar Bromo – Hujan deras di sejumlah daerah di Kabupaten Probolinggo menyebabkan bencana banjir. Banjir terjadi di empat desa di Kecamatan Krejengan.

Namun, banjir yang terjadi di empat desa itu hanya sebatas di jalan desa. Tidak sampai masuk ke rumah warga.

Keempat desa yang diterjang banjir itu yaitu Desa Opo-opo, Desa Rawan, Desa Tanjungsari, dan Desa Jatiurip. Banjir paling parah terjadi di Desa Rawan dan Opo-opo. Di kedua desa itu banjir mencapai sekitar 50 cm.

Camat Krejengan Poniran mengatakan, memang terjadi banjir di daerahnya. Namun, banjir tidak sampai masuk ke rumah. Hanya di jalanan desa. “Ya benar. Banjirnya hanya di jalanan desa saja,” katanya.

Penyebab banjir sendiri karena hujan turun dengan intensitas cukup tinggi sejak Selasa sore hingga larut malam. Karenanya, sejumlah jalan desa mengalami banjir.

“Tapi tidak lama. Banjir sudah surut sekitar jam 12 siang tadi. Jadi tidak lama kok,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi mengatakan, banjir di kabupaten masih dikatakan normal. Tidak ada yang sampai masuk ke rumah warga.

“Banjir yang terjadi tadi malam masih normal. Tidak ada yang besar,” katanya.

Selain mengakibatkan banjir, hujan dan angin kencang Selasa juga mengakibatkan dua bangunan rusak di Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris. Dua bangunan itu yakni sebuah rumah dan juga masjid. Namun, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

“Kejadian itu juga mengakibatkan dua bangunan rusak. Itu, disebabkan angin kencang dan hujan yang intensitas tinggi. Tapi, tidak ada korban jiwa,” ungkapnya. (sid/hn)