Pelebaran Jalan Raya Gending Perlu Ukur Ulang Lahan dan Terhambat Rel Lori

GENDING, Radar Bromo – Proyek pelebaran jalan raya Gending hingga kini masih dikerjakan. Sejauh ini proyek yang progresnya masih fokus untuk membenahi jalan sepanjang 7 kilometer, dengan penambahan pada tiap sisi jalan 4 meter, dengan lebar awal 7 meter.

Hanya saja proyek ini kembali menemui kendala. Dalam pengerjaan pengecoran jalan, ada titik jalan dari lahan warga yang dirasa terlalu maju ke jalan. Sehingga menghambat pengerjaan. Jumlahnya ada sekitar 16 rumah dan pertokoan, dan kini masih dalam proses pengajuan pengukuran kembali ke Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Candra Erfin selaku dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Koordinator Pengawas Bina Marga menjelaskan, untuk pembetonan Jalan Raya Gending sepanjang 7 kilo itu dibagi menjadi 3 segmen, dimana setiap segmen memiliki panjang 4 sampai 5 meter tinggi beton 30 sentimeter.

“Dihitung dari barat Bentar KM 105.100, di Dusun Parsean, Desa Taman Sari, Dringu hingga KM 112.250 di Desa Bulang Kecamatan Gending, menjadi target pembetonan Jalan Raya Gending. Sejauh ini sudah ada 4,5 kilometer yang sudah selesai dibeton dengan 3 segmen. Untuk 2 segmen masih ada 2 kilometer, sisanya masih satu segmen,” jelasnya.

Pengerjaan ini, lanjut Candra, dinilainya bisa selesai September akhir. Karena setiap hari proyek bisa mengerjakan material beton sebanyak 100 kubik. Ditambah lagi pengadaan bahan pembetonan, disuplay dari 3 tempat. Sehingga sangat membantu dalam kelancaran pembetonan.

“Pengadaan bahan materialnya tidak mengalami kendala, jadi itu salah satu yang membuat progress pengerjaan lancar,” jelasnya.

Untuk sejauh ini, dia menargetkan, akhir September sudah selesai pembetonan. Namun pihaknya masih mengalami kendala saat ini. Sebab di KM 108 Desa/Kecamatan Gending, ada lahan warga yang dirasa terlalu maju ke jalan, sehingga menghambat pengerjaan. Ada sekitar 16 rumah dan pertokoan yang masih dalam proses pengajuan pengukuran kembali Kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Kami melakukan ini (ukur ulang) karena kemanusiaan. Sebab kami menilai, memang lahan milik warga tersebut terlalu maju. Bisa saja kami lanjutkan. Namun kalau terjadi apa apa, pada akhirnya pihak kami juga yang disalahkan. Kasihan kepada pemilik rumah, terlalu dekat dengan jalan” jelasnya.

Tidak hanya itu kendala juga ada pada KM 109 tepatnya di Desa Bulang, Kecamatan Gending. Pengerjaan terhambat oleh rel lori (kereta pengangkut tebu) sepanjang 300 meter di sebelah utara jalan, sebagian melintang ke jalan, milik Pabrik Gula (PG) Gending.

“Pihak kami masih berkoordinasi dengan kantor pusat PG Gending yakni PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI Surabaya. Peluang besarnya akan segera diambil, karena rel lori sudah tidak aktif lagi” jelasnya. (mg1/fun)