alexametrics
29C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Selama Maret, Pengadilan Agama Kraksaan Catat 227 Pengajuan Cerai

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KRAKSAAN, Radar Bromo– Kasus perceraian yang ditangani Pengadilan Agama (PA) Kraksaan tidak pernah sepi. Sepanjang Maret saja, PA Kraksaan mendapatkan 227 pengajuan cerai. Rinciannya 95 merupakan cerai talak (CT), sedangkan 192 kasus lainnya merupakan cerai gugat (CG).

“Sebelumnya pada Februari, kami menerima 186 perkara, dengan rincian CT 67, CG 119,” ujar Panitera Muda Hukum di PA Kraksaan, Syafiudin, saat ditemui Selasa (6/4) lalu.

Syafiudin menjelaskan, selain perkara cerai yang diterima, perkara cerai yang diputus juga mengalami peningkatan. Di bulan Februari, pihaknya berhasil memutus 188 perkara cerai. Sementara Maret, angkanya hampir mencapai 200 perkara.

“Sudah terlihat dari perkara yang kami terima. Sepanjang Maret yang kami putus itu ada 192 perkara, 66 CT, 126 CG,” ujarnya.

Dari banyaknya perkara cerai tersebut, Ia menjelaskan, selama beberapa bulan terakhir, faktor ekonomi mengalami peningkatan dalam pengajuan berkas perceraian yang diterimanya. Padahal, sebelum adanya pandemi, biasanya perkara cerai yang masuk didominasi oleh faktor pertengkaran yang sering terjadi.

Meski begitu, pria yang akarab disapa Udin itu meyakini, dalam sebulan ke depan angka perceraian dapat mengalami penurunan. Pasalnya, pada April ini sudah memasuki bulan Ramadan. Sehingga warga akan lebih fokus menjalani ibadah, termasuk ibadah dalam pernikahan.

“Nikah merupakan salah satu ibadah, bukan cerainya. Harapannya ramadan ini menurun angkanya, sebab ibadah masyarakat sudah mulai meningkat,” ujarnya. (mu/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

KRAKSAAN, Radar Bromo– Kasus perceraian yang ditangani Pengadilan Agama (PA) Kraksaan tidak pernah sepi. Sepanjang Maret saja, PA Kraksaan mendapatkan 227 pengajuan cerai. Rinciannya 95 merupakan cerai talak (CT), sedangkan 192 kasus lainnya merupakan cerai gugat (CG).

“Sebelumnya pada Februari, kami menerima 186 perkara, dengan rincian CT 67, CG 119,” ujar Panitera Muda Hukum di PA Kraksaan, Syafiudin, saat ditemui Selasa (6/4) lalu.

Syafiudin menjelaskan, selain perkara cerai yang diterima, perkara cerai yang diputus juga mengalami peningkatan. Di bulan Februari, pihaknya berhasil memutus 188 perkara cerai. Sementara Maret, angkanya hampir mencapai 200 perkara.

Mobile_AP_Half Page

“Sudah terlihat dari perkara yang kami terima. Sepanjang Maret yang kami putus itu ada 192 perkara, 66 CT, 126 CG,” ujarnya.

Dari banyaknya perkara cerai tersebut, Ia menjelaskan, selama beberapa bulan terakhir, faktor ekonomi mengalami peningkatan dalam pengajuan berkas perceraian yang diterimanya. Padahal, sebelum adanya pandemi, biasanya perkara cerai yang masuk didominasi oleh faktor pertengkaran yang sering terjadi.

Meski begitu, pria yang akarab disapa Udin itu meyakini, dalam sebulan ke depan angka perceraian dapat mengalami penurunan. Pasalnya, pada April ini sudah memasuki bulan Ramadan. Sehingga warga akan lebih fokus menjalani ibadah, termasuk ibadah dalam pernikahan.

“Nikah merupakan salah satu ibadah, bukan cerainya. Harapannya ramadan ini menurun angkanya, sebab ibadah masyarakat sudah mulai meningkat,” ujarnya. (mu/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2