Pemudik di Kab Probolinggo yang Diisolasi Jadi 27 Orang

PAITON, Radar Bromo – Jumlah pemudik yang pulang ke Kabupaten Probolinggo kembali bertambah. Sampai Selasa (7/4), tercatat menjadi 27 orang. Mereka semua dikarantina untuk memastikan tidak terinfeksi virus korona.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, pemudik yang diisolasi sampai pukul 15.25, Selasa (7/4), sebanyak 27 orang. Mereka tersebar di beberapa tempat isolasi yang telah disiapkan oleh Pemkab Probolinggo.

Di antaranya, sembilan orang di Hotel Sari Indah, Gending; satu orang di Hotel Andira, Leces; empat orang di Hotel Bromo Indah, Tongas; dan sisanya di masing-masing kecamatan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, Persandian (Kominfo) Kabupaten Probolinggo Yulius Christian mengatakan, pemudik ini berasal dari beberapa kecamatan. Seperti Dringu, Paiton, Kotaanyar, Lumbang, Banyuanyar, Gending, Sumberasih, Pajarakan, dan Tegalsiwalan.

“Kemarin (Senin, Red) hanya lima. Yaitu, dari Banyuanyar dan Kotaanyar,” katanya.

Menurutnya, penambahan pemudik yang disiolasi sekitar 22 orang. Mereka akan diisolasi hingga 14 hari ke depan. Bagi kecamatan yang tempat isolasinya sudah siap, akan diisolasi di tingkat kecamatan. Sedangkan yang belum siap, mereka diisolasi di hotel yang disediakan pemkab.

“Masih proses. Kalau isolasi di kecamatan siap, maka nanti akan dipindah di kecamatan terdekat,” tuturnya.

Sebelum diisolasi, mereka terlebih dulu diperiksa tenaga medis yang menggunakan APD lengkap. Tujuannya, untuk mengantisipasi pemudik tersebut membawa virus dan menulari tenaga medis. “Diperiksa dulu. Setelah itu baru istirahat di tempat yang disediakan,” jelasnya.

Ia memprediksi, gelombang mudik akan terus berlangsung. Kebanyakan dari luar jawa. Mereka berbondong-bondong ingin kembali ke daerah. “Masih banyak yang ingin pulang. Tetapi, kami imbau untuk yang memang bisa bertahan, bertahan saja,” tandasnya. (sid/hn)