Bappeda Kabupaten Probolinggo Gelar Musrenbang RKPD 2021

BERITA ACARA: Wabup HA. Timbul Prihanjoko bersama Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo menunjukkan naskah berita acara usai ditandatangani. Penandatanganan juga dilakukan Rektor Universitas Panca Marga Prof. Dr HR Abdul Haris, Ketua Forum CSR Sugeng Nufindarko, Kepala Bappeda Kabupaten Probolinggo Santiyono, dan Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH. Munir Kholili.

Related Post

Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Probolinggo menggelar Musrenbang Kabupaten Probolinggo Tahun 2020, Selasa (7/4). Musrenbang yang digelar untuk penyusunan RKPD Kabupaten Probolinggo Tahun 2021 itu, digelar berbeda. Peserta tidak sampai ratusan, melainkan hanya sekitar 23 peserta.

————–

Masing-masing peserta juga memakai masker, sarung tangan, dan jarak antarkursi berjauhan. Sebelum masuk, tiap peserta dicek suhu badannya menggunakan thermo gun. Mereka lantas membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Penerapan ini dilakukan untuk mematuhi protokoler kesehatan di tengah wabah Covid-19.

Puluhan peserta yang hadir di Ruang Tengger, Kantor Bupati Probolinggo itu di antaranya, Wakil Bupati H.A Timbul Prihanjoko, Sekda Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono, dan Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo. Kemudian, Forkopimda, para asisten, dan inspektur.

Hadir pula sejumlah kepala OPD. Seperti, Bappeda, Badan Keuangan Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Kesehatan. Selain itu, juga hadir Ketua TP-PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko, Rektor UPM Probolinggo, Ketua Forum CSR, hingga MUI. Sementara itu, OPD lain dan camat mengikuti acara Musrenbang secara online di tempat kerja masing-masing.

Dalam Musrenbang itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Timur Dr. Bobby Soemiarsono menyampaikan paparannya secara telekonferensi dengan aplikasi zoom cloud meeting. Selain dengan Kabupaten Probolinggo, telekonferensi yang digelar pukul 10.00 itu, juga tersambung dengan lima kabupaten lainnya. Yakni, Mojokerto, Sumenep, Jember, Ngawi, dan Malang.

PAPARAN: Wabup HA. Timbul Prihanjoko menyampaikan paparan dalam Musrenbang RKPD Kabupaten Probolinggo Tahun 2021, kemarin (7/4).

 

Wabup Timbul Prihanjoko dalam paparannya mengatakan, prioritas pembangunan daerah tahun 2021 diarahkan pada pengentasan kemiskinan, pembangunan sektor strategis, dan pengembangan kawasan potensial. “Maka, tema pembangunan Kabupaten Probolinggo Tahun 2021 adalah percepatan pengentasan kemiskinan melalui pengembangan sektor strategis dan pembangunan kawasan potensial,” katanya.

Menurutnya, hal itu juga mengacu pada isu dan permasalahan yang dihadapi saat ini, serta kebijakan Pemprov Jatim. Selain itu, juga memperhatikan kemampuan fiskal Pemkab Probolinggo dan keterbatasan SDM.

“Juga menggunakan pendekatan bersifat holistik-tematik, integrative, dan spasial. Serta, menerapkan kebijakan anggaran belanja berdasarkan prinsip, money follow programme,” katanya.

Selain sebagai bahan penyusunan dokumen RKPD Kabupaten Probolinggo Tahun 2021, kesepakatan dalam forum Musrenbang ini juga merupakan bahan usulan kegiatan bagi Musrenbang tingkat provinsi maupun nasional. “Selain itu, kami juga wajib menyesuaikan dokumen perencanaan Kabupaten Probolinggo dengan berpedoman pada Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Sidoarjo, dan Lamongan,” katanya.

“Serta, Kawasan Bromo Tenger Semeru, serta kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan. Terkait penganggaran, kami juga perlu menyesuaikan Peraturan Presiden RI Nomor 30 Tahun 2011 tentang Pinjaman Daerah,” imbuhnya.

PAPARAN: Kepala Bappeda Santiyono melaporkan rancangan RKPD Kabupaten Probolinggo tahun 2021. Termasuk target capaian pada tahun 2021.

 

Kepala Bappeda Kabupaten Probolinggo Santiyono mengatakan, dari Musrenbang tingkat desa dan kecamatan, ada beberapa usulan dari Pemerintah Desa (Pemdes) yang telah diverifikasi. Yakni, bidang ekonomi 120 usulan dan bidang sosial budaya 361 usulan. “Kemudian bidang pemerintahan 345 usulan dan bidang infrastruktur 282 usulan,” katanya.

Santiyono juga melaporkan rancangan RKPD Kabupaten Probolinggo tahun 2021. Adapun target capaian tahun 2021 meliputi; indeks toleransi sebesar 72,5, persentase penurunan kasus ketenteraman dan ketertiban umum 1,03 persen, indeks pendidikan 0.55, indeks kesehatan 0.051, dan persentase penurunan PMKS 2.82 persen.

“Kemudian, indeks desa membangun 0.66, tingkat pengangguran terbuka 3.25 persen, indeks pemberdayaan gender antara 66.96, persentase laju pertumbuhan penduduk 0.1 persen dan indeks ketahanan pangan 69.75,” katanya.

Selain itu, opini BPK terhadap Laporan Keuangan Daerah adalah Wajar Tanpa Pengecualian, nilai SAKIP 82.00, indeks profesionalitas ASN 78, indeks kepuasan masyarakat 82, indeks SPBE 3.1. Lalu, persentase laju PDRB sektor strategis 30.71 persen, persentase realisasi investasi 89.42, indeks jalan berkeselamatan 89.42, dan persentase luasan sawah teraliri 63 persen.

“Selanjutnya, persentase kawasan pemukiman layak 71.50 persen, indeks kualitas udara 83.5, indeks kualitas air 49.25, indeks kualitas tutupan lahan 54.84, kesesuaian pemanfaatan ruang terhadap rencana tata ruang 74.3, serta indeks risiko bencana 192,” katanya.

TERBATAS: Musrenbang RKPD Kabupaten Probolinggo Tahun 2021 digelar secara online. Peserta juga menggunakan masker dan sarung tangan.

 

Sementara itu, ketua DPRD Kabupaten Pro­bolinggo Andi Suryanto Wibowo mengatakan, berdasarkan hasil kunjungan kerja dan hasil reses DPRD Kabupaten Probolinggo dalam menyerap aspirasi masyarakat, pokok-pokok pikiran DPRD Kabupaten Probolinggo terdiri atas 4 bidang. “Yakni, bidang pemerintahan, bi­dang ekonomi dan keuangan, bidang pembangunan infrastruktur, dan bidang kesejahteraan rakyat. Penyampaian pokok-pokok pikiran DPRD sesuai peraturan Mendagri Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata perencanaan, pengendalian, dan evaluasi pembangunan daerah,” sebutnya. (uno/adv)