alexametrics
29C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Refocusing Pertama Penanganan Covid di Kab Probolinggo Rp 112 M

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

DRINGU,Radar Bromo Refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 dilakukan Pemkab Probolinggo melalui APBD 2021. Nilai anggaran kegiatan yang harus dialihfokuskan mencapai sekitar Rp 112 miliar. Refocusing anggaran itu untuk pelaksanaan vaksinasi dan penanganan Covid-19 tahun ini.

Sumber anggaran yang terkena refocusing adalah DAU (dana alokasi umum) dan DID (dana insentif daerah). Sebelum refocusing anggaran dilakukan, pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan pagu DAU Kabupaten Probolinggo berkurang 4 persen. Semula pagu DAU mencapai Rp 956 miliar. Namun dikurangi 4 persen oleh pusat menjadi sekitar Rp 926 miliar.

Sedangkan refocusing anggaran dilakukan dari sisa pagu DAU sebesar 8 persen. Nilainya mencapai Rp 74 miliar.

Sementara itu, refocusing dari DID mencapai sekitar Rp 7 miliar. Angka ini adalah 30 persen dari anggaran DID yang besarnya Rp 22 miliar.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Dewi Korina membenarkan bahwa refocusing pertama sudah dilakukan. Total anggaran yang di-refocusing mencapai sekitar Rp 112 miliar. Angka ini bersumber dari DAU dan DID.

Refocusing pertama ini, ada pagu anggaran yang dikurangi oleh pusat untuk vaksinasi. Kemudian refocusing anggaran di daerah untuk pelaksanaan vaksinasi dan penanganan Covid-19 di tahun ini,” katanya.

Menurutnya, sebagian besar OPD terkena refocusing. Mulai dari kegiatan pembangunan jalan di Dinas PUPR, pembangunan fisik di Dinas Perkim (Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan). Termasuk Dinas Kesehatan (Dinkes).

Untuk Dinkes, refocusing dilakukan pada sejumlah kegiatan yang bisa ditunda. Kemudian, anggaran refocusing itu dikembalikan ke Dinkes untuk penanganan Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi.

”Jadi khusus Dinkes, nilai anggaran belanjanya bisa bertambah meski banyak kegiatan yang harus ditunda karena refocusing,” ungkapnya. (mas/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

DRINGU,Radar Bromo Refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 dilakukan Pemkab Probolinggo melalui APBD 2021. Nilai anggaran kegiatan yang harus dialihfokuskan mencapai sekitar Rp 112 miliar. Refocusing anggaran itu untuk pelaksanaan vaksinasi dan penanganan Covid-19 tahun ini.

Sumber anggaran yang terkena refocusing adalah DAU (dana alokasi umum) dan DID (dana insentif daerah). Sebelum refocusing anggaran dilakukan, pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan pagu DAU Kabupaten Probolinggo berkurang 4 persen. Semula pagu DAU mencapai Rp 956 miliar. Namun dikurangi 4 persen oleh pusat menjadi sekitar Rp 926 miliar.

Sedangkan refocusing anggaran dilakukan dari sisa pagu DAU sebesar 8 persen. Nilainya mencapai Rp 74 miliar.

Mobile_AP_Half Page

Sementara itu, refocusing dari DID mencapai sekitar Rp 7 miliar. Angka ini adalah 30 persen dari anggaran DID yang besarnya Rp 22 miliar.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Dewi Korina membenarkan bahwa refocusing pertama sudah dilakukan. Total anggaran yang di-refocusing mencapai sekitar Rp 112 miliar. Angka ini bersumber dari DAU dan DID.

Refocusing pertama ini, ada pagu anggaran yang dikurangi oleh pusat untuk vaksinasi. Kemudian refocusing anggaran di daerah untuk pelaksanaan vaksinasi dan penanganan Covid-19 di tahun ini,” katanya.

Menurutnya, sebagian besar OPD terkena refocusing. Mulai dari kegiatan pembangunan jalan di Dinas PUPR, pembangunan fisik di Dinas Perkim (Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan). Termasuk Dinas Kesehatan (Dinkes).

Untuk Dinkes, refocusing dilakukan pada sejumlah kegiatan yang bisa ditunda. Kemudian, anggaran refocusing itu dikembalikan ke Dinkes untuk penanganan Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi.

”Jadi khusus Dinkes, nilai anggaran belanjanya bisa bertambah meski banyak kegiatan yang harus ditunda karena refocusing,” ungkapnya. (mas/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2