alexametrics
29C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Belasan Tokoh Kab Probolinggo Ikuti Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

DUA belas tokoh publik di Kabupaten Probolinggo kembali mengikuti vaksinasi Covid-19. Vaksinasi dosis kedua itu, melengkapi vaksinasi sebelumnya yang diberikan pada 19 Februari lalu. Tepatnya dalam kick off atau pencanangan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Probolinggo.

Tepat 14 hari setelah pemberian vaksin dosis pertama Jumat (5/3), belasan tokoh publik di Kabupaten Probolinggo mengikuti vaksinasi dosis kedua. Ada 12 tokoh publik dari 13 tokoh publik yang mengikuti vaksinasi dosis pertama pada 19 Februari lalu. Mereka menjalani vaksinasi dosis kedua di Puskesmas Kraksaan.

DOSIS DUA: Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong dr. Moh. Harris (Gus Harris) mengikuti vaksinasi dosis kedua di Puskesmas Kraksaan.

Dua belas tokoh publik itu adalah Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo; Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton KH. Abd. Hamid Wahid; Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong dr. Moh. Haris; dan Wakapolres Probolinggo Kompol Agung Setyono.

Kemudian, Pasi Ops Kodim 0820/Probolinggo Kapt. Inf. Mohammad Yusuf; tokoh pemuda, Zulmi Noor Hasani; pengusaha, Salim Qurays; serta Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Probolinggo Tutug Edi Utomo. Ada juga Wakil Ketua PD Muhammadiyah Ustad M. Fadlal serta Habiburrahman dari PC NU Kota Kraksaan dan Muhammad Hasan dari PC NU Kabupaten Probolinggo. Serta, Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Nurayati.

VAKSINASI: Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton KH. Abdul Hamid Wahid (Ra Hamid) bersiap mengikuti penyuntikan vaksin di meja tiga.

Sejatinya, Rais Syuriah PC NU Kota Kraksaan K.H. Wasik Hannan juga harus mengikuti vaksinasi dosis kedua. Namun karena usianya sudah di atas 60 tahun, maka harus mengikuti vaksinasi dosis kedua dengan interval waktu 28 hari sejak pemberian dosis pertama.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr. H. Shodiq Tjahjono mengatakan, pemberian vaksinasi Covid-19 memang dilakukan dua kali. Dengan interval pemberian dosis pertama dan kedua minimal 14 hari untuk sasaran yang berusia di bawah 60 tahun. Sementara, bagi sasaran di atas 60 tahun intervalnya 28 hari.

BAHAGIA: Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo mengacungkan jempol saat disuntik vaksin Sinovac.

“Paling tidak untuk vaksinasi Covid-19 harus diberikan dua kali. Dosis pertama diberikan untuk meningkatkan antibodi. Agar antibodinya lebih meningkat, diberikan lagi dosis kedua. Harapannya, dengan pemberian dua dosis ini titer antibodinya cukup untuk melawan manakala terjadi serangan Covid-19,” katanya.

Dokter yang juga ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo ini mengatakan, dengan diberikannya dosis pertama dan kedua bagi tokoh publik, pihaknya berharap masyarakat secara sukarela dan penuh kesadaran diri mengikuti vaksinasi serupa pada tahap tiga nanti.

SCREENING: H. Zulmi Noor Hasani mengikuti pemeriksaan tekanan darah di meja 2 sebelum masuk ke meja 3 untuk penyuntikan vaksin.

“Vaksinasi ini sebagai perlindungan diri sendiri dan lingkungannya dari bahaya Covid-19. Untuk pelaksanaan tahap tiga sekitar bulan Juni nanti,” katanya.

Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong dr. Moh. Harris mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir dan takut berlebihan dengan vaksinasi. Sebab, diakuinya sejak pemberian dosis pertama hingga dosis kedua tidak ada efek apapun yang terjadi, hanya lapar yang dirasakan setelah pemberian dosis.

SAMBUTAN: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono menyapa salah satu tokoh publik usai divaksin, Hj. Nuriyati.

“Ada rasa confident (percaya diri) juga ketika saya beraktivitas. Selain itu, setelah mengikuti vaksinasi ini, saya merasa tingkat kekebalan tubuh saya jauh lebih baik. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, vaksin yang diberikan ini aman,” katanya.

Hal senada diungkapkan Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton KH. Abdul Hamid Wahid. Ia mengaku tidak merasakan efek atau reaksi berlebih setelah divaksin. Pihaknya berharap masyarakat tidak perlu khawatir dan termakan isu-isu tidak benar terkait vaksin.

SUKSES: Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Probolinggo Tutug Edi Utomo mengikuti sesi pemotretan di photobooth usai menerima kartu vaksinasi.

“Vaksinasi ini merupakan tahapan penting bagi kita dalam melakukan ikhtiar memutus penyebaran Covid-19. Semakin kita dukung (program pemerintah, Red), maka semakin cepat kita akan keluar dari pandemi Covid-19,” jelasnya. (uno/*)

Mobile_AP_Rectangle 1

DUA belas tokoh publik di Kabupaten Probolinggo kembali mengikuti vaksinasi Covid-19. Vaksinasi dosis kedua itu, melengkapi vaksinasi sebelumnya yang diberikan pada 19 Februari lalu. Tepatnya dalam kick off atau pencanangan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Probolinggo.

Tepat 14 hari setelah pemberian vaksin dosis pertama Jumat (5/3), belasan tokoh publik di Kabupaten Probolinggo mengikuti vaksinasi dosis kedua. Ada 12 tokoh publik dari 13 tokoh publik yang mengikuti vaksinasi dosis pertama pada 19 Februari lalu. Mereka menjalani vaksinasi dosis kedua di Puskesmas Kraksaan.

DOSIS DUA: Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong dr. Moh. Harris (Gus Harris) mengikuti vaksinasi dosis kedua di Puskesmas Kraksaan.

Mobile_AP_Half Page

Dua belas tokoh publik itu adalah Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo; Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton KH. Abd. Hamid Wahid; Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong dr. Moh. Haris; dan Wakapolres Probolinggo Kompol Agung Setyono.

Kemudian, Pasi Ops Kodim 0820/Probolinggo Kapt. Inf. Mohammad Yusuf; tokoh pemuda, Zulmi Noor Hasani; pengusaha, Salim Qurays; serta Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Probolinggo Tutug Edi Utomo. Ada juga Wakil Ketua PD Muhammadiyah Ustad M. Fadlal serta Habiburrahman dari PC NU Kota Kraksaan dan Muhammad Hasan dari PC NU Kabupaten Probolinggo. Serta, Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Nurayati.

VAKSINASI: Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton KH. Abdul Hamid Wahid (Ra Hamid) bersiap mengikuti penyuntikan vaksin di meja tiga.

Sejatinya, Rais Syuriah PC NU Kota Kraksaan K.H. Wasik Hannan juga harus mengikuti vaksinasi dosis kedua. Namun karena usianya sudah di atas 60 tahun, maka harus mengikuti vaksinasi dosis kedua dengan interval waktu 28 hari sejak pemberian dosis pertama.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr. H. Shodiq Tjahjono mengatakan, pemberian vaksinasi Covid-19 memang dilakukan dua kali. Dengan interval pemberian dosis pertama dan kedua minimal 14 hari untuk sasaran yang berusia di bawah 60 tahun. Sementara, bagi sasaran di atas 60 tahun intervalnya 28 hari.

BAHAGIA: Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo mengacungkan jempol saat disuntik vaksin Sinovac.

“Paling tidak untuk vaksinasi Covid-19 harus diberikan dua kali. Dosis pertama diberikan untuk meningkatkan antibodi. Agar antibodinya lebih meningkat, diberikan lagi dosis kedua. Harapannya, dengan pemberian dua dosis ini titer antibodinya cukup untuk melawan manakala terjadi serangan Covid-19,” katanya.

Dokter yang juga ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo ini mengatakan, dengan diberikannya dosis pertama dan kedua bagi tokoh publik, pihaknya berharap masyarakat secara sukarela dan penuh kesadaran diri mengikuti vaksinasi serupa pada tahap tiga nanti.

SCREENING: H. Zulmi Noor Hasani mengikuti pemeriksaan tekanan darah di meja 2 sebelum masuk ke meja 3 untuk penyuntikan vaksin.

“Vaksinasi ini sebagai perlindungan diri sendiri dan lingkungannya dari bahaya Covid-19. Untuk pelaksanaan tahap tiga sekitar bulan Juni nanti,” katanya.

Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong dr. Moh. Harris mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir dan takut berlebihan dengan vaksinasi. Sebab, diakuinya sejak pemberian dosis pertama hingga dosis kedua tidak ada efek apapun yang terjadi, hanya lapar yang dirasakan setelah pemberian dosis.

SAMBUTAN: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono menyapa salah satu tokoh publik usai divaksin, Hj. Nuriyati.

“Ada rasa confident (percaya diri) juga ketika saya beraktivitas. Selain itu, setelah mengikuti vaksinasi ini, saya merasa tingkat kekebalan tubuh saya jauh lebih baik. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, vaksin yang diberikan ini aman,” katanya.

Hal senada diungkapkan Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton KH. Abdul Hamid Wahid. Ia mengaku tidak merasakan efek atau reaksi berlebih setelah divaksin. Pihaknya berharap masyarakat tidak perlu khawatir dan termakan isu-isu tidak benar terkait vaksin.

SUKSES: Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Probolinggo Tutug Edi Utomo mengikuti sesi pemotretan di photobooth usai menerima kartu vaksinasi.

“Vaksinasi ini merupakan tahapan penting bagi kita dalam melakukan ikhtiar memutus penyebaran Covid-19. Semakin kita dukung (program pemerintah, Red), maka semakin cepat kita akan keluar dari pandemi Covid-19,” jelasnya. (uno/*)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2