alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Desa Kedungcaluk Krejengan; Dirikan Perpustakaan di Taman Edukasi Singkong

Desa Kedungcaluk, Kecamatan Krejengan, merupakan salah satu Desa Mandiri di Kabupaten Probolinggo. Karena itu, mendapat Program Desa Berdaya dari Pemprov Jawa Timur. Program itu diwujudkan dengan mendirikan Taman Edukasi Singkong (Kingkong). Tahun ini, pemerintah desa akan melengkapinya dengan perpustakaan.

==================================================

 

DESA Kedungcaluk, Kecamatan Krejengan, resmi memiliki taman edukasi, sejak 26 Januari 2022. Namanya, Taman Edukasi Singkong (Kingkong). Taman edukasi yang merupakan Program Desa Berdaya, Pemprov Jawa Timur, ini tidak terlepas dari predikat Desa Mandiri yang disandang Desa Kedungcaluk.

Taman Edukasi Singkong cukup strategis. Berada di sisi barat Masjid Jamik Baitul Gofur. Karena berada di pinggir jalan kabupaten, sangat mudah ditemukan. Berdekatan dengan hamparan sawah, semakin menambah suasana asri.

Ada sejumlah fasilitas yang disiapkan di Taman Edukasi Singkong. Di antaranya, outlet singkong, kebun singkong, tiga unit gazebo, hingga tempat permainan anak.

Ada sejumlah kegiatan yang rutin digelar setiap pekan. Merupa pasar produk olahan singkong tiap Sabtu dan Minggu. Serta, Dolanan Sore Penuh Imajinasi (Doremi) yang digelar tiap Rabu sore.

PERMAINAN: Sejumlah anak-anak mengikuti permainan dalam Program Doremi di Taman Edukasi Singkong. Kegiatan serupa digelar setiap Rabu sore.

Keberadaannya mendapat perhatian penuh dari Pemerintah Desa Kedungcaluk. Tahun ini pemerintah desa mengalokasikan dana desa untuk melengkapi taman ini dengan perpustakaan.

“Kami siapkan anggaran Rp 150 juta untuk membangun perpustakaan. Kami konsep joglo, jadi bangunannya berupa kayu. Lebar bangunannya 3 x 8 meter,” ujar Pj Kepala Desa Kedungcaluk Ahmad Qusyairi melalui Operator Desa Jamaludin.

Sesuai namanya, taman ini dibangun untuk mendukung program edukasi bagi masyarakat. Karena itu, keberadaan perpustakaan juga sangat penting. “Tujuannya, anak-anak hingga orang dewasa bisa belajar sembari menikmati keasrian taman edukasi,” katanya.

Salah seorang anggota Tim Kreatif Desa Berdaya, Desa Kedungcaluk, Achmad Danial mengatakan, untuk menghidupkan kegiatan di Taman Edukasi Singkong, sejauh ini ada beberapa program yang dijalankan. “Pertama, ada Pasar Sabtu dan Minggu yang digelar mulai pukul 07.30 hingga pukul 10.00,” katanya.

Di dalam Pasar Sabtu-Minggu, ada beberapa olahan produk singkong yang dijajakan warga. Di antaranya, getuk, nugget singkong, nasi bakar singkong, sawut, hingga kue kelinci. “Yang jualan ibu-ibu dari rumah produksi olahan singkong. Di desa ini sudah ada lima unit rumah produksi olahan singkong,” ungkapnya

PERESMIAN: Pj Kepala Desa Kedungcaluk Ahmad Qusyairi dan Farhan Hidayat dari Dinas PMD Kabupaten Probolinggo me-launching Taman Edukasi Singkong pada 26 Januari 2022.

Sebagai saran belajar anak-anak dan dewasa, setiap Rabu sore mulai pukul 15.00 digelar Doremi. Ada beberapa kegiatan yang digelar. Di antaranya, menggambar, menulis, dan membaca. Serta, permainan tradisional dan games lainnya.

“Permainan tradisional ini kami berikan kepada anak-anak. Selain untuk mengenalkan permainan yang sudah mulai terlupakan, juga untuk mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap gadget. Untuk mendukung taman edukasi, ada tim kreatif 4 orang dan tim visioner 4 orang,” jelasnya. (uno/rud)

 

Desa Kedungcaluk, Kecamatan Krejengan, merupakan salah satu Desa Mandiri di Kabupaten Probolinggo. Karena itu, mendapat Program Desa Berdaya dari Pemprov Jawa Timur. Program itu diwujudkan dengan mendirikan Taman Edukasi Singkong (Kingkong). Tahun ini, pemerintah desa akan melengkapinya dengan perpustakaan.

==================================================

 

DESA Kedungcaluk, Kecamatan Krejengan, resmi memiliki taman edukasi, sejak 26 Januari 2022. Namanya, Taman Edukasi Singkong (Kingkong). Taman edukasi yang merupakan Program Desa Berdaya, Pemprov Jawa Timur, ini tidak terlepas dari predikat Desa Mandiri yang disandang Desa Kedungcaluk.

Taman Edukasi Singkong cukup strategis. Berada di sisi barat Masjid Jamik Baitul Gofur. Karena berada di pinggir jalan kabupaten, sangat mudah ditemukan. Berdekatan dengan hamparan sawah, semakin menambah suasana asri.

Ada sejumlah fasilitas yang disiapkan di Taman Edukasi Singkong. Di antaranya, outlet singkong, kebun singkong, tiga unit gazebo, hingga tempat permainan anak.

Ada sejumlah kegiatan yang rutin digelar setiap pekan. Merupa pasar produk olahan singkong tiap Sabtu dan Minggu. Serta, Dolanan Sore Penuh Imajinasi (Doremi) yang digelar tiap Rabu sore.

PERMAINAN: Sejumlah anak-anak mengikuti permainan dalam Program Doremi di Taman Edukasi Singkong. Kegiatan serupa digelar setiap Rabu sore.

Keberadaannya mendapat perhatian penuh dari Pemerintah Desa Kedungcaluk. Tahun ini pemerintah desa mengalokasikan dana desa untuk melengkapi taman ini dengan perpustakaan.

“Kami siapkan anggaran Rp 150 juta untuk membangun perpustakaan. Kami konsep joglo, jadi bangunannya berupa kayu. Lebar bangunannya 3 x 8 meter,” ujar Pj Kepala Desa Kedungcaluk Ahmad Qusyairi melalui Operator Desa Jamaludin.

Sesuai namanya, taman ini dibangun untuk mendukung program edukasi bagi masyarakat. Karena itu, keberadaan perpustakaan juga sangat penting. “Tujuannya, anak-anak hingga orang dewasa bisa belajar sembari menikmati keasrian taman edukasi,” katanya.

Salah seorang anggota Tim Kreatif Desa Berdaya, Desa Kedungcaluk, Achmad Danial mengatakan, untuk menghidupkan kegiatan di Taman Edukasi Singkong, sejauh ini ada beberapa program yang dijalankan. “Pertama, ada Pasar Sabtu dan Minggu yang digelar mulai pukul 07.30 hingga pukul 10.00,” katanya.

Di dalam Pasar Sabtu-Minggu, ada beberapa olahan produk singkong yang dijajakan warga. Di antaranya, getuk, nugget singkong, nasi bakar singkong, sawut, hingga kue kelinci. “Yang jualan ibu-ibu dari rumah produksi olahan singkong. Di desa ini sudah ada lima unit rumah produksi olahan singkong,” ungkapnya

PERESMIAN: Pj Kepala Desa Kedungcaluk Ahmad Qusyairi dan Farhan Hidayat dari Dinas PMD Kabupaten Probolinggo me-launching Taman Edukasi Singkong pada 26 Januari 2022.

Sebagai saran belajar anak-anak dan dewasa, setiap Rabu sore mulai pukul 15.00 digelar Doremi. Ada beberapa kegiatan yang digelar. Di antaranya, menggambar, menulis, dan membaca. Serta, permainan tradisional dan games lainnya.

“Permainan tradisional ini kami berikan kepada anak-anak. Selain untuk mengenalkan permainan yang sudah mulai terlupakan, juga untuk mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap gadget. Untuk mendukung taman edukasi, ada tim kreatif 4 orang dan tim visioner 4 orang,” jelasnya. (uno/rud)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/