alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Saturday, 28 May 2022

Hanya 100 Nelayan yang Daftar Asuransi Mandiri di Kab Probolinggo

DRINGU, Radar Bromo – Tak adanya program asuransi tahun lalu dari pemerintah tahun lalu, membuat nelayan di Kabupaten Probolinggo harus mendaftar secara mandiri. Sedikitnya pendaftar asuransi mandiri tersebut hanya 100 orang.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi, melalui Kepala Bidang Perikanan Tangkap Hari Pur Sulistiono mengatakan, selama tidak ada asuransi nelayan tahun lalu, sejumlah nelayan mendaftarkan dirinya secara mandiri. “Jumlahnya tidak sebanyak asuransi dari pemerintah,” kata Ipung, panggilannya.

Nelayan di Kabupaten Probolinggo sekitar 11.300. Dari jumlah tersebut, dapat dikatakan pendaftaran asuransi nelayan mandiri sangat minim. “Salah satunya adalah premi yang dibayar itu harus penuh, karenakan mandiri,” jelasnya.

Meski begitu, lanjut Ipung, nelayan tidak perlu risau. Pasalnya tahun ini ada angin segar asuransi nelayan ini. Asuransi nelayan ini, pemerintah pusat memberi jatah bagi Kabupaten Probolinggo perihal asuransi.

“Tahun ini kabar yang kami dapat, asuransi nelayan ini ada di Kabupaten Probolinggo. Namun untuk berapa jatahnya dan seperti apa mekanismenya, kami belum tahu,” bebernya.

Dia berharap jika nanti petunjuk teknis (Juknis) tentang asuransi nelayan telah turun, nelayan banyak yang mendaftarkan dirinya. Sehingga, manfaat asuransi ini dapat dirasakan maksimal.

“Program asuransi bagi nelayan ini sangat penting. Untuk memberi jaminan kepada para nelayan saat mengalami hal yang tidak diinginkan. Ada klaim yang dapat dilakukan saat terjadi hal yang tidak diinginkan. Baik di laut maupun nonlaut,” pungkasnya. (mu/fun)

DRINGU, Radar Bromo – Tak adanya program asuransi tahun lalu dari pemerintah tahun lalu, membuat nelayan di Kabupaten Probolinggo harus mendaftar secara mandiri. Sedikitnya pendaftar asuransi mandiri tersebut hanya 100 orang.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi, melalui Kepala Bidang Perikanan Tangkap Hari Pur Sulistiono mengatakan, selama tidak ada asuransi nelayan tahun lalu, sejumlah nelayan mendaftarkan dirinya secara mandiri. “Jumlahnya tidak sebanyak asuransi dari pemerintah,” kata Ipung, panggilannya.

Nelayan di Kabupaten Probolinggo sekitar 11.300. Dari jumlah tersebut, dapat dikatakan pendaftaran asuransi nelayan mandiri sangat minim. “Salah satunya adalah premi yang dibayar itu harus penuh, karenakan mandiri,” jelasnya.

Meski begitu, lanjut Ipung, nelayan tidak perlu risau. Pasalnya tahun ini ada angin segar asuransi nelayan ini. Asuransi nelayan ini, pemerintah pusat memberi jatah bagi Kabupaten Probolinggo perihal asuransi.

“Tahun ini kabar yang kami dapat, asuransi nelayan ini ada di Kabupaten Probolinggo. Namun untuk berapa jatahnya dan seperti apa mekanismenya, kami belum tahu,” bebernya.

Dia berharap jika nanti petunjuk teknis (Juknis) tentang asuransi nelayan telah turun, nelayan banyak yang mendaftarkan dirinya. Sehingga, manfaat asuransi ini dapat dirasakan maksimal.

“Program asuransi bagi nelayan ini sangat penting. Untuk memberi jaminan kepada para nelayan saat mengalami hal yang tidak diinginkan. Ada klaim yang dapat dilakukan saat terjadi hal yang tidak diinginkan. Baik di laut maupun nonlaut,” pungkasnya. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/