alexametrics
29.3 C
Probolinggo
Saturday, 21 May 2022

Temukan Satu Orang Positif saat Rapid Antigen Masal di Pajarakan

PAJARAKAN, Radar Bromo – Pemeriksaan rapid antigen masal pada tujuh Kecamatan berzona merah di Kabupaten Probolinggo terus dilaksanakan. Hal ini juga dilakukan oleh Satgas penanganan Covid-19, Kecamatan Pajarakan, Kamis (7/1) pagi. Sebanyak 98 orang diperiksa dan ditemukan satu orang positif Covid-19.

Pemeriksaan ini dilaksanakan di dua lokasi yang berbeda yakni Pasar Pajarakan di Desa Sukokerto, dan Pasar Desa Ketompen, Kecamatan Pajarakan. Pasar menjadi target pemeriksaan karena potensi penyebaran virus sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu menjadi sasaran utama pemeriksaan rapid test antigen masal.

“Ini merupakan hari kedua pemeriksaan rapid test antigen secara masal. Sebelumnya telah dilaksanakan di Kantor Kecamatan Pajarakan,” ujar Camat Pajarakan sekaligus Satgas penanganan Covid-19 Kecamatan Pajarakan, Hardianto.

Sementara itu Kepala Puskesmas Pajarakan Maulida Rahmani mengatakan bahwa pemeriksaan yang dilakukan di Pasar Pajarakan, petugas berhasil menjaring sebanyak 31 orang. Terdiri dari pedagang, pembeli, serta petugas pelayanan publik.

“Saat kami datang ke pasar Pajarakan di Desa Sukokerto, kondisi sudah sepi. Padahal masih pagi. Dari pemeriksaan yang dilakukan kemudian ditemukan satu orang positif Covid-19 yang merupakan petugas pelayanan publik,” ujarnya.

Karena hasil belum maksimal, kemudian satgas bergeser ke Pasar Desa Ketompen. Situasi pedagang dan pembeli sudah juga tampak sepi. Akhirnya hanya terjaring beberapa pedagang dan pembeli yang masih melakukan transaksi di pasar. Selain itu petugas juga turut melakukan pemeriksaan kepada warga sekitar yang melintas.

“Total 67 orang yang diperiksa, semua hasilnya negatif,” katanya.

Lanjut Maulida, temuan kasus kemudian langsung ditangani dengan menjadwalkan pemeriksaan Tes Swab Polymerase Chain Reaction (PCR). Sembari menunggu jadwal pemeriksaan, petugas mewajibkan pasien untuk melakukan isolasi mandiri dengan menggunakan protokol secara ketat. Koordinasi pun dilakukan dengan pemerintah desa, di mana pasien berasal untuk melakukan pengawasan.

“Masih dijadwalkan, begitu ada jadwal segera dilakukan pemeriksaan lanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat saat ini masih banyak yang merasa ketakutan menjalani rapid antigen. Sebab terjadi misinformasi. Pemeriksaan dapat menyebabkan hidung berdarah, dan takut dengan proses karantina yang diawasi dengan ketat.

“Misinformasi sudah beredar jadi masyarakat ketakutan. Padahal pemeriksaan rapid antigen tidak seperti yang didengar. Justru dengan adanya pemeriksaan ini dapat memastikan kondisi kesehatan tubuh sehingga orang yang di sekitarnya juga menjadi lebih aman,” bebernya. (ar/fun)

PAJARAKAN, Radar Bromo – Pemeriksaan rapid antigen masal pada tujuh Kecamatan berzona merah di Kabupaten Probolinggo terus dilaksanakan. Hal ini juga dilakukan oleh Satgas penanganan Covid-19, Kecamatan Pajarakan, Kamis (7/1) pagi. Sebanyak 98 orang diperiksa dan ditemukan satu orang positif Covid-19.

Pemeriksaan ini dilaksanakan di dua lokasi yang berbeda yakni Pasar Pajarakan di Desa Sukokerto, dan Pasar Desa Ketompen, Kecamatan Pajarakan. Pasar menjadi target pemeriksaan karena potensi penyebaran virus sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu menjadi sasaran utama pemeriksaan rapid test antigen masal.

“Ini merupakan hari kedua pemeriksaan rapid test antigen secara masal. Sebelumnya telah dilaksanakan di Kantor Kecamatan Pajarakan,” ujar Camat Pajarakan sekaligus Satgas penanganan Covid-19 Kecamatan Pajarakan, Hardianto.

Sementara itu Kepala Puskesmas Pajarakan Maulida Rahmani mengatakan bahwa pemeriksaan yang dilakukan di Pasar Pajarakan, petugas berhasil menjaring sebanyak 31 orang. Terdiri dari pedagang, pembeli, serta petugas pelayanan publik.

“Saat kami datang ke pasar Pajarakan di Desa Sukokerto, kondisi sudah sepi. Padahal masih pagi. Dari pemeriksaan yang dilakukan kemudian ditemukan satu orang positif Covid-19 yang merupakan petugas pelayanan publik,” ujarnya.

Karena hasil belum maksimal, kemudian satgas bergeser ke Pasar Desa Ketompen. Situasi pedagang dan pembeli sudah juga tampak sepi. Akhirnya hanya terjaring beberapa pedagang dan pembeli yang masih melakukan transaksi di pasar. Selain itu petugas juga turut melakukan pemeriksaan kepada warga sekitar yang melintas.

“Total 67 orang yang diperiksa, semua hasilnya negatif,” katanya.

Lanjut Maulida, temuan kasus kemudian langsung ditangani dengan menjadwalkan pemeriksaan Tes Swab Polymerase Chain Reaction (PCR). Sembari menunggu jadwal pemeriksaan, petugas mewajibkan pasien untuk melakukan isolasi mandiri dengan menggunakan protokol secara ketat. Koordinasi pun dilakukan dengan pemerintah desa, di mana pasien berasal untuk melakukan pengawasan.

“Masih dijadwalkan, begitu ada jadwal segera dilakukan pemeriksaan lanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat saat ini masih banyak yang merasa ketakutan menjalani rapid antigen. Sebab terjadi misinformasi. Pemeriksaan dapat menyebabkan hidung berdarah, dan takut dengan proses karantina yang diawasi dengan ketat.

“Misinformasi sudah beredar jadi masyarakat ketakutan. Padahal pemeriksaan rapid antigen tidak seperti yang didengar. Justru dengan adanya pemeriksaan ini dapat memastikan kondisi kesehatan tubuh sehingga orang yang di sekitarnya juga menjadi lebih aman,” bebernya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/