alexametrics
30 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Rehab Alun-alun Kraksaan Berkejaran dengan Waktu

KRAKSAAN, Radar Bromo – Proyek perubahan konsep Alun-alun Kraksaan berkejaran dengan waktu. Proyek ini akan segara berakhir dua pekan lagi. Meski begitu, banyak pengerjaan yang tersisa.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan, pengerjaan perubahan konsep alun-alun Kraksaan sebagian sudah selesai. Namun, sejumlah pengerjaan masih dalam proses.

“Seperti pembuatan tempat duduk di depan alun-alun itu sebagian sudah selesai. Pavingsasi di tempat bermain anak juga sudah selsai. Tapi, masih banyak yang belum,“ ujarnya, Senin (6/12).

Pengerjaan yang belum di antaranya, penanaman pohon di sudut alun-alun yang menjadi mitigasi tambahan. Juga sejumlah pavingisasi di beberapa lokasi alun-alun.

“Seperti penanaman pohon belum selesai. Juga ada beberapa tempat duduk dan pavingisasi yang belum selesai,“ lanjutnya.

Untuk pohon yang akan ditanam sedikitnya ada 18 pohon karet kebo kuning. Pohon ini jenis pohon pelindung yang berfungsi untuk perindangan dan menambah vegetasi di alun-alun.

“Betul pohon pelindung. Kenapa kami pilih pohon itu, karena pohon itu memiliki akar yang merambai dari atas ke bawah. Dan akarnya nanti lambat laun akan menjadi batang, sehingga kuat. Misalnya ada angin kencang tidak akan roboh,“ ujarnya.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Proyek perubahan konsep Alun-alun Kraksaan berkejaran dengan waktu. Proyek ini akan segara berakhir dua pekan lagi. Meski begitu, banyak pengerjaan yang tersisa.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan, pengerjaan perubahan konsep alun-alun Kraksaan sebagian sudah selesai. Namun, sejumlah pengerjaan masih dalam proses.

“Seperti pembuatan tempat duduk di depan alun-alun itu sebagian sudah selesai. Pavingsasi di tempat bermain anak juga sudah selsai. Tapi, masih banyak yang belum,“ ujarnya, Senin (6/12).

Pengerjaan yang belum di antaranya, penanaman pohon di sudut alun-alun yang menjadi mitigasi tambahan. Juga sejumlah pavingisasi di beberapa lokasi alun-alun.

“Seperti penanaman pohon belum selesai. Juga ada beberapa tempat duduk dan pavingisasi yang belum selesai,“ lanjutnya.

Untuk pohon yang akan ditanam sedikitnya ada 18 pohon karet kebo kuning. Pohon ini jenis pohon pelindung yang berfungsi untuk perindangan dan menambah vegetasi di alun-alun.

“Betul pohon pelindung. Kenapa kami pilih pohon itu, karena pohon itu memiliki akar yang merambai dari atas ke bawah. Dan akarnya nanti lambat laun akan menjadi batang, sehingga kuat. Misalnya ada angin kencang tidak akan roboh,“ ujarnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/