alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

PAD dari Retribusi Tera Ulang Sudah Capai Segini

KRAKSAAN, Radar Bromo – Hingga memasuki November, target retribusi tera ulang Pompa Ukur Bahan Bakar Minyak (PUBBM) di Pengisian Bahan Bakar (SPBU) masih mencapai 74 Persen. Sejauh ini Unit Pelayanan Teknis (UPT) Metrologi Legal pada dinas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo terus berupaya mencapai target.

Kepala UPT Metrologi Legal Disperindag Kabupaten Probolinggo Diyah Setyo Rini mengatakan, pihaknya saat ini terus berupaya mengejar target retribusi tera ulang PUBBM. hingga saat ini retribusi yang dikumpulkan oleh pihaknya sejumlah Rp 115.199.500.

“Untuk target retribusi tera ulang PUBBM saat ini adalah Rp 155.000.000. Dan capaian yang saat ini kami dapatkan itu sekitar 74 persen. Kami optimistis akan mencapai target pada tahun ini,” ujarnya.

Adanya target pada tera ulang PUBBM ini tidak lain akan menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Beberapa upaya untuk mencapai target tersebut telah dilakukan. Di samping itu pada tahun ini retribusi pada tera ulang SPBU ini juga mengalami kenaikan. Sebelumnya, retribusi dipatok UPT Metrologi Legal adalah Rp 210 ribu. “Saat ini biaya tera ulang itu adalah Rp 230 ribu per nozzle,” ujarnya. (mu/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Hingga memasuki November, target retribusi tera ulang Pompa Ukur Bahan Bakar Minyak (PUBBM) di Pengisian Bahan Bakar (SPBU) masih mencapai 74 Persen. Sejauh ini Unit Pelayanan Teknis (UPT) Metrologi Legal pada dinas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo terus berupaya mencapai target.

Kepala UPT Metrologi Legal Disperindag Kabupaten Probolinggo Diyah Setyo Rini mengatakan, pihaknya saat ini terus berupaya mengejar target retribusi tera ulang PUBBM. hingga saat ini retribusi yang dikumpulkan oleh pihaknya sejumlah Rp 115.199.500.

“Untuk target retribusi tera ulang PUBBM saat ini adalah Rp 155.000.000. Dan capaian yang saat ini kami dapatkan itu sekitar 74 persen. Kami optimistis akan mencapai target pada tahun ini,” ujarnya.

Adanya target pada tera ulang PUBBM ini tidak lain akan menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Beberapa upaya untuk mencapai target tersebut telah dilakukan. Di samping itu pada tahun ini retribusi pada tera ulang SPBU ini juga mengalami kenaikan. Sebelumnya, retribusi dipatok UPT Metrologi Legal adalah Rp 210 ribu. “Saat ini biaya tera ulang itu adalah Rp 230 ribu per nozzle,” ujarnya. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/