alexametrics
25.5 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Jelang Idul Adha, Tidak Ada Penutupan Pasar Ternak

KRAKSAAN, Radar Bromo – Meski Kabupaten Probolinggo menerapkan PPKM Darurat, menjelang Hari Raya Idul Adha, pemerintah memastikan pasar ternak tetap buka. Bahkan, sejauh ini belum mempunyai rencana untuk menutupnya.

Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Probolinggo Taufik Alami. Katanya, menjelang Idul Adha, pihaknya belum ada rencana menutup pasar. “Kami kan hanya regulasi saja. Jadi, tidak ada penutupan pasar,” ujarnya.

Meski begitu, kini pihaknya melakukan arahan sesuai dengan instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dalam teknisnya, harus 50 persen dari kapasitas. “Tidak perlu adanya arahan itu, di pasaran sudah menerapkan hal itu. Bahkan, lebih dari 50 persen. Sebab, daya beli di masa pandemi ini sangat menurun,” ujarnya.

Ia menambahkan, penerapan protokol kesehatan di pasar sudah bagus. Buktinya, sejauh ini tidak ada klaster pasar. Namun, ada beberapa pasar, seperti pasar hewan yang masih sulit untuk memaksimalkan protokol kesehatan. “Makanya, tadi ada klaster pasar. Yang cukup sulit memang di pasar hewan, sebab orang-orang yang datang dari luar daerah,” ujarnya.

Dalam penerapan protokol kesehatan di pasar hewan, Taufik mengaku, berkoordinasi dengan satgas kecamatan setempat. “Kami maksimalkan satgas kecamatan masing-masing. Sejatinya, butuh dukungan dari berbagai pihak. Seperti Dinas Perhubungan dan pihak lain dalam mengontrol orang-orang di pasar ternak,” jelasnya. (mu/rud)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Meski Kabupaten Probolinggo menerapkan PPKM Darurat, menjelang Hari Raya Idul Adha, pemerintah memastikan pasar ternak tetap buka. Bahkan, sejauh ini belum mempunyai rencana untuk menutupnya.

Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Probolinggo Taufik Alami. Katanya, menjelang Idul Adha, pihaknya belum ada rencana menutup pasar. “Kami kan hanya regulasi saja. Jadi, tidak ada penutupan pasar,” ujarnya.

Meski begitu, kini pihaknya melakukan arahan sesuai dengan instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dalam teknisnya, harus 50 persen dari kapasitas. “Tidak perlu adanya arahan itu, di pasaran sudah menerapkan hal itu. Bahkan, lebih dari 50 persen. Sebab, daya beli di masa pandemi ini sangat menurun,” ujarnya.

Ia menambahkan, penerapan protokol kesehatan di pasar sudah bagus. Buktinya, sejauh ini tidak ada klaster pasar. Namun, ada beberapa pasar, seperti pasar hewan yang masih sulit untuk memaksimalkan protokol kesehatan. “Makanya, tadi ada klaster pasar. Yang cukup sulit memang di pasar hewan, sebab orang-orang yang datang dari luar daerah,” ujarnya.

Dalam penerapan protokol kesehatan di pasar hewan, Taufik mengaku, berkoordinasi dengan satgas kecamatan setempat. “Kami maksimalkan satgas kecamatan masing-masing. Sejatinya, butuh dukungan dari berbagai pihak. Seperti Dinas Perhubungan dan pihak lain dalam mengontrol orang-orang di pasar ternak,” jelasnya. (mu/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/