alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Keluhkan Kendaraan Berat Melintas, Dianggap Jadi Biang Kerusakan Jalan

BESUK, Radar Bromo – Rusaknya infrastruktur jalan kabupaten cukup membuat masyarakat gerah. Masyarakat kini mulai resah karena kerusakan jalan tersebut, acapkali terjadi karena jalan dilintasi kendaraan bertonase berat.

Tilik saja di jalan kabupaten, seperti jalan menuju pasar umum daerah. Seperti yang diungkap Aqiqur Rahman, salah satu pengendara di daerah Pasar wangkal, Gading. Ia mengatakan jika sejumlah kendaraan besar sering melintas di wilayah Gading dan Krejengan.

“Sering ketemu kendaraan truk muatan kayu melintas. Mungkin karena kendaraan berat itu, menyebabkan jalan sering ambles dan rusak. Selain itu, truk bermuatan semen itu kan juga berat,” katanya, Minggu (6/3).

TRUK: Truk tangki BBM yang memiliki kapasitas 16 ribu liter melintas di jalan kabupaten yang masuk di Desa Sindetlami, Besuk. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

Di samping truk muatan kayu, lanjutnya, truk tangki yang berisi bahan bakar minyak (BBM) yang biasanya menyuplai ke sejumlah pengisian bahan bakar skala kecil, di wilayah Kabupaten Probolinggo, juga sering terlihat melintasi jalan kabupaten. “Truk tangki Pertamina sering juga. Sejak ada Pom mini mulai masuk melintas di jalan kabupaten. Semuanya, tidak hanya wilayah sini seperti Besuk. Apalagi di daerah Malasan ke timur itu sering sekali,” bebernya.

Ia pun heran dengan adanya kendaraan tersebut. Ia meyakini jika kendaraan berat itu sangat melebihi tonase jalan Kabupaten. Sehingga, jalan maupun pelat deker jembatan sering rusak.

“Kasihan masyarakat. Itu kan yang melintas memiliki kepentingan usahanya. Setidaknya dampaknya juga. Dulu ada portal pertanda kelas jalan, yang pakai besi, tapi tidak tahu sekarang sudah tidak ada,” ujarnya.

BESUK, Radar Bromo – Rusaknya infrastruktur jalan kabupaten cukup membuat masyarakat gerah. Masyarakat kini mulai resah karena kerusakan jalan tersebut, acapkali terjadi karena jalan dilintasi kendaraan bertonase berat.

Tilik saja di jalan kabupaten, seperti jalan menuju pasar umum daerah. Seperti yang diungkap Aqiqur Rahman, salah satu pengendara di daerah Pasar wangkal, Gading. Ia mengatakan jika sejumlah kendaraan besar sering melintas di wilayah Gading dan Krejengan.

“Sering ketemu kendaraan truk muatan kayu melintas. Mungkin karena kendaraan berat itu, menyebabkan jalan sering ambles dan rusak. Selain itu, truk bermuatan semen itu kan juga berat,” katanya, Minggu (6/3).

TRUK: Truk tangki BBM yang memiliki kapasitas 16 ribu liter melintas di jalan kabupaten yang masuk di Desa Sindetlami, Besuk. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

Di samping truk muatan kayu, lanjutnya, truk tangki yang berisi bahan bakar minyak (BBM) yang biasanya menyuplai ke sejumlah pengisian bahan bakar skala kecil, di wilayah Kabupaten Probolinggo, juga sering terlihat melintasi jalan kabupaten. “Truk tangki Pertamina sering juga. Sejak ada Pom mini mulai masuk melintas di jalan kabupaten. Semuanya, tidak hanya wilayah sini seperti Besuk. Apalagi di daerah Malasan ke timur itu sering sekali,” bebernya.

Ia pun heran dengan adanya kendaraan tersebut. Ia meyakini jika kendaraan berat itu sangat melebihi tonase jalan Kabupaten. Sehingga, jalan maupun pelat deker jembatan sering rusak.

“Kasihan masyarakat. Itu kan yang melintas memiliki kepentingan usahanya. Setidaknya dampaknya juga. Dulu ada portal pertanda kelas jalan, yang pakai besi, tapi tidak tahu sekarang sudah tidak ada,” ujarnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/