Jembatan Ambrol, Jalur Wangkal–Condong Ditutup

GADING, Radar Bromo –Jembatan jalan di Desa Kaliacar, Kecamatan Gading, ambrol, Kamis (6/2). Jalan jurusan Wangkal–Condong itu pun ditutup sejak Kamis hingga waktu yang belum diketahui.

Penutupan dilakukan di dua titik. Yaitu, di barat atau di Condong dan di timur yaitu di Wangkal. Di Wangkal, penutupan dan rambu peringatan diletakkan di perempatan utara Pasar Wangkal. Sementara di Condong, diletakkan di pertigaan Condong. Yaitu di utara Pasar Condong.

Kapolsek Gading Iptu Bagus Purnama mengatakan, penutupan dilakukan untuk mengantisipasi terperosoknya kendaraan roda empat. “Untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan, kami berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menutup jalan mulai hari ini (kemarin, Red). Selain itu, kami bersama BPBD memasang garis peringatan atau yellow line agar para pengendara tidak mendekati jembatan yang ambrol,” ujarnya.

Selanjutnya, menurut Bagus, pengendara dialihkan ke jalur lain. Pengendara roda empat yang akan menuju arah Maron atau Pajarakan, dialihkan melewati Kraksaan atau Semampir. Sebaliknya, pengendara roda empat yang menuju Wangkal atau Condong, dialihkan melewati Pajarakan atau Genggong.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, titik jembatan yang ambrol berada di Desa Kaliacar, berbatasan dengan Desa Wangkal. Hampir semua sisi jembatan ambrol. Hanya tersisa jalan yang dapat dilewati satu kendaraan roda dua.

Namun, tingkat kerusakan jembatan berbeda. Kholis, warga setempat yang menjadi supeltas dadakan mengatakan, kerusakan terbagi menjadi dua bagian.

Bagian selatan jembatan, betonnya amblas. Lalu, bagian utara jembatan berlubang. Kerusakan jembatan tidak sama, lebih parah di selatan. Sebab, bagian selatan pernah diperbaiki sebelumnya.

“Sebelumnya, bagian selatan jembatan pernah diperbaiki. Namun, bagian utara tidak,” ujarnya.

Dengan ambrol jembatan itu, Kholis berharap agar pemerintah bisa segera melakukan perbaikan. Sebab, jalan itu merupakan jalur utama Wangkal–Condong.

Sementara itu, UPT Pengelolaan Jalan dan Sumber Daya Air (SDA) di Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Uria Lutvi Diarini menegaskan, pihaknya telah mengecek jembatan yang ambrol. Hasilnya, jembatan ambrol disebabkan air yang mengikis penyanggah di bawah jembatan.

Penyebab lain, karena jembatan sering dilalui kendaraan bermuatan berat. Seperti kendaraan pengangkut kayu dan pasir.

“Kajadian ini masuk pada ranah bencana. Meski begitu, jalan ambrol itu adalah aset kami. Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD untuk nantinya membangun jembatan sementara. Setelah dana pemeliharan jembatan cair di PUPR, baru jembatan akan dibangun permanen,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan Dana Tidak Terduga (DTT) untuk membangun jembatan sementara. Dana itu akan digunakan untuk pengadaan delapan box cover beton.

“Pengerjaan dimulai Kamis (6/2). Diawali dengan penggalian, setelah itu akan dipasang box cover beton untuk membuat jembatan sementara,” terangnya.

Saat ini, delapan box cover beton dengan diameter 1 meter masih dipesan di Surabaya dan akan dikirim empat hari ke depan. Sebab, stok yang ada berdiameter 2 meter. (mg1/hn)