alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

114 Ribu Jiwa di Kab Probolinggo Masuk Miskin Ekstrem

DRINGU, Radar Bromo – Kabupaten Probolinggo masuk lima daerah di Jawa Timur yang jadi pilot project penanganan kemiskinan ekstrem tahun 2022. Berdasarkan data Pemprov Jatim, ada sekitar 114 ribu warga masuk kategori penduduk miskin ekstrem.

Pemkab Probolinggo akan mengidentifikasi dan menentukan lokus prioritas penduduk miskin ekstrem di Kabupaten Probolinggo

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo mencapai sekitar 18 persen. Di Jawa Timur, Kabupaten Probolinggo masuk urutan ke 35, atau urutan ke 4 daerah terbanyak angka kasus kemiskinan.

Pemerintah pusat menargetkan penurunan angka kemiskinan ekstrem sebanyak 2 juta jiwa pada 7 provinsi prioritas. Yakni, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua dan Papua Barat. Dari masing-masing provinsi, dipilih 5 (lima) kabupaten yang menjadi kantong-kantong kemiskinan ekstrem. Di Jawa Timur lima daerah itu salah satunya Kabupaten Probolinggo.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ahmad Hasyim Ashari saat dikonfirmasi tidak menampik, Kabupaten Probolinggo masuk daerah termiskin berada di urutan ke 35. Di dalam angka kasus kemiskinan itu, terdapat angka kategori miskin ekstrem. Nah, berdasarkan data Pemprov Jatim, di Kabupaten Probolinggo ada sekitar 114 ribu jiwa, warga yang masuk kategori miskin ekstrem tersebut.

”Di dalam angka kemiskinan yang tinggi, berarti angka kemiskinan ekstrem juga tinggi. Di Kabupaten Probolinggo urutan ke-35 kemiskinan di Jawa Timur,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Hasyim menerangkan, berdasarkan data, jika angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo 18 persen, berarti sekitar 250 ribu jiwa. Nah, angka yang ekstrem berdasarkan data Pemprov Jatim tercatat sekitar 114 ribu. Tetapi masih akan diverifikasi oleh tim Pemkab Probolinggo. Sebab, indikasinya angka miskin ekstrem hanya sekitar 50 ribu.

DRINGU, Radar Bromo – Kabupaten Probolinggo masuk lima daerah di Jawa Timur yang jadi pilot project penanganan kemiskinan ekstrem tahun 2022. Berdasarkan data Pemprov Jatim, ada sekitar 114 ribu warga masuk kategori penduduk miskin ekstrem.

Pemkab Probolinggo akan mengidentifikasi dan menentukan lokus prioritas penduduk miskin ekstrem di Kabupaten Probolinggo

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo mencapai sekitar 18 persen. Di Jawa Timur, Kabupaten Probolinggo masuk urutan ke 35, atau urutan ke 4 daerah terbanyak angka kasus kemiskinan.

Pemerintah pusat menargetkan penurunan angka kemiskinan ekstrem sebanyak 2 juta jiwa pada 7 provinsi prioritas. Yakni, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua dan Papua Barat. Dari masing-masing provinsi, dipilih 5 (lima) kabupaten yang menjadi kantong-kantong kemiskinan ekstrem. Di Jawa Timur lima daerah itu salah satunya Kabupaten Probolinggo.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ahmad Hasyim Ashari saat dikonfirmasi tidak menampik, Kabupaten Probolinggo masuk daerah termiskin berada di urutan ke 35. Di dalam angka kasus kemiskinan itu, terdapat angka kategori miskin ekstrem. Nah, berdasarkan data Pemprov Jatim, di Kabupaten Probolinggo ada sekitar 114 ribu jiwa, warga yang masuk kategori miskin ekstrem tersebut.

”Di dalam angka kemiskinan yang tinggi, berarti angka kemiskinan ekstrem juga tinggi. Di Kabupaten Probolinggo urutan ke-35 kemiskinan di Jawa Timur,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Hasyim menerangkan, berdasarkan data, jika angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo 18 persen, berarti sekitar 250 ribu jiwa. Nah, angka yang ekstrem berdasarkan data Pemprov Jatim tercatat sekitar 114 ribu. Tetapi masih akan diverifikasi oleh tim Pemkab Probolinggo. Sebab, indikasinya angka miskin ekstrem hanya sekitar 50 ribu.

MOST READ

BERITA TERBARU

/