alexametrics
24.3 C
Probolinggo
Monday, 8 August 2022

25 Eselon II Ikuti Asesmen Ulang Uji Kelayakan Jabatan OPD Pemkab Probolinggo

DRINGU, Radar Bromo– Puluhan pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Probolinggo mengikuti asesmen ulang di Kota Surabaya, Selasa (5/7). Tercatat ada 25 pejabat yang harus mengikutinya. Yakni, mereka yang telah lebih 3 tahun mengikuti asesmen.

Tujuannya, untuk mengukur dan menguji masih berkompeten menjabat di organsiasi perangkat daerah (OPD) masing-masing atau tidak. Dari puluhan pebajat itu, dua di antaranya kini hanya menjadi fungsional pelaksana atau staf. “Iya, ini lagi di Surabaya. Proses mengikuti asesmen,” ujar salah satu pejabat eselon II yang enggan namanya dikorankan.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKP-SDA) Kabupaten Probolinggo Samsul Huda membenarkan ada 25 pejabat eselon II yang mengikuti asesmen. Kegiatan ini dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). “Ada 25 pejabat eselon II di Kabupaten Probolinggo yang ikuti asesmen itu,” katanya.

Namun, kata Samsul, tidak semua pejabat OPD eselon II di Kabupaten Probolinggo mengikuti asesmen ini. Karena asesmen ulang ini dilakukan hanya terhadap pejabat yang sudah lebih 3 tahun mengikuti asesmen. “Ada beberapa pejabat eselon II yang tidak ikut asesmen, karena dia belum sampai 3 tahun ikut asesmen,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya, setelah adanya perubahan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) di lingkungan Pemkab Probolinggo, ada dua pejabat eselon II yang kini hanya menjadi fungsional pelaksana atau staf. Mereka adalah Mahbub Zunaidi yang sebelumnya menjadi kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP). Serta, Yahyadi, mantan kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Karena adanya perubahan SOTK, nomenklatur dua OPD itu berubah. Kini hanya ada Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian. Nah, untuk penempatan kedua pejabat eselon II pada OPD baru pascaperubahan SOTK, masih menunggu hasil asesmen ini. (mas/rud)

DRINGU, Radar Bromo– Puluhan pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Probolinggo mengikuti asesmen ulang di Kota Surabaya, Selasa (5/7). Tercatat ada 25 pejabat yang harus mengikutinya. Yakni, mereka yang telah lebih 3 tahun mengikuti asesmen.

Tujuannya, untuk mengukur dan menguji masih berkompeten menjabat di organsiasi perangkat daerah (OPD) masing-masing atau tidak. Dari puluhan pebajat itu, dua di antaranya kini hanya menjadi fungsional pelaksana atau staf. “Iya, ini lagi di Surabaya. Proses mengikuti asesmen,” ujar salah satu pejabat eselon II yang enggan namanya dikorankan.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKP-SDA) Kabupaten Probolinggo Samsul Huda membenarkan ada 25 pejabat eselon II yang mengikuti asesmen. Kegiatan ini dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). “Ada 25 pejabat eselon II di Kabupaten Probolinggo yang ikuti asesmen itu,” katanya.

Namun, kata Samsul, tidak semua pejabat OPD eselon II di Kabupaten Probolinggo mengikuti asesmen ini. Karena asesmen ulang ini dilakukan hanya terhadap pejabat yang sudah lebih 3 tahun mengikuti asesmen. “Ada beberapa pejabat eselon II yang tidak ikut asesmen, karena dia belum sampai 3 tahun ikut asesmen,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya, setelah adanya perubahan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) di lingkungan Pemkab Probolinggo, ada dua pejabat eselon II yang kini hanya menjadi fungsional pelaksana atau staf. Mereka adalah Mahbub Zunaidi yang sebelumnya menjadi kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP). Serta, Yahyadi, mantan kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Karena adanya perubahan SOTK, nomenklatur dua OPD itu berubah. Kini hanya ada Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian. Nah, untuk penempatan kedua pejabat eselon II pada OPD baru pascaperubahan SOTK, masih menunggu hasil asesmen ini. (mas/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/