alexametrics
26.3 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Ada Pelayanan Kesehatan yang Ditiadakan saat PKPM Darurat

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo sementara meniadakan kegiatan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang rutin dilaksanakan. Ini menyusul adanya larangan kegiatan yang menyebabkan kerumunan selama pelaksanaan PPKM Mikro Darurat hingga 20 juli mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono mengatakan jika kegiatan UKBM salah satu kegiatan yang mengundang kerumunan. Ditengah pelaksanaan PPKM Mikro Darurat kegiatan semacam ini dilarang karenanya kegiatan ditidakan. Dengan mempertimbangkan potensi penyebaran yang memungkinkan terjadi.

“Selain mempertimbangkan aturan dari pusat, juga memperhatikan risiko terhadap masyarakat. Selama PPKM Mikro Darurat sementara UKBM kami tiadakan,” ujarnya.

Adapun kegiatan UKBM yang biasa dilakukan meliputi Posyandu Balita, Posyandu Lansia, dan Posbindu. Serta kegiatan lain yang dilakukan dengan mendatangkan masyarakat. Peniadaan kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan untuk meminimalisir potensi penyebaran virus Covid-19 yang saat ini tengah mengalami lonjakan.

Kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap minggu atau sesuai jadwal pelaksanaan. Namun dalam setiap pelaksanaan antusiasme warga selalu tinggi. Tak jarang saat pelaksaan juga terjadi kerumunan. Hal tersebut tentunya dilarang oleh pemerintah mengingat kasus covid-19 saat ini masih perlu diwaspadai.

Apalagi kegiatan yang dilakukan melibatkan balita dan lansia yang sangat rentan terpapar Covid-19. Dengan pertimbangan itu kemudian Dinkes kemudian meniadakan kegiatan yang memicu kerumunan.

Namun demikian untuk pelayanan utama ibu dan anak, gizi, imunisasi, dan Pelayanan KB serta peningkatan perilaku hidup sehat dilakukan dengan memanfaatkan media komunikasi. Atau dapat melakukan pertemuan terbatas, dengan terlebih dahulu membuat janji dengan petugas kesehatan. Tetapi harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Bagian dari upaya meminimalisir penyebaran covid-19 yang mungkin dapat terjadi. Jika memang mendesak, dapat ketemu langsung. Tapi protokol kesehatan harus benar-benar dijaga,” tuturnya. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo sementara meniadakan kegiatan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang rutin dilaksanakan. Ini menyusul adanya larangan kegiatan yang menyebabkan kerumunan selama pelaksanaan PPKM Mikro Darurat hingga 20 juli mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono mengatakan jika kegiatan UKBM salah satu kegiatan yang mengundang kerumunan. Ditengah pelaksanaan PPKM Mikro Darurat kegiatan semacam ini dilarang karenanya kegiatan ditidakan. Dengan mempertimbangkan potensi penyebaran yang memungkinkan terjadi.

“Selain mempertimbangkan aturan dari pusat, juga memperhatikan risiko terhadap masyarakat. Selama PPKM Mikro Darurat sementara UKBM kami tiadakan,” ujarnya.

Adapun kegiatan UKBM yang biasa dilakukan meliputi Posyandu Balita, Posyandu Lansia, dan Posbindu. Serta kegiatan lain yang dilakukan dengan mendatangkan masyarakat. Peniadaan kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan untuk meminimalisir potensi penyebaran virus Covid-19 yang saat ini tengah mengalami lonjakan.

Kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap minggu atau sesuai jadwal pelaksanaan. Namun dalam setiap pelaksanaan antusiasme warga selalu tinggi. Tak jarang saat pelaksaan juga terjadi kerumunan. Hal tersebut tentunya dilarang oleh pemerintah mengingat kasus covid-19 saat ini masih perlu diwaspadai.

Apalagi kegiatan yang dilakukan melibatkan balita dan lansia yang sangat rentan terpapar Covid-19. Dengan pertimbangan itu kemudian Dinkes kemudian meniadakan kegiatan yang memicu kerumunan.

Namun demikian untuk pelayanan utama ibu dan anak, gizi, imunisasi, dan Pelayanan KB serta peningkatan perilaku hidup sehat dilakukan dengan memanfaatkan media komunikasi. Atau dapat melakukan pertemuan terbatas, dengan terlebih dahulu membuat janji dengan petugas kesehatan. Tetapi harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Bagian dari upaya meminimalisir penyebaran covid-19 yang mungkin dapat terjadi. Jika memang mendesak, dapat ketemu langsung. Tapi protokol kesehatan harus benar-benar dijaga,” tuturnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/