Jasa Wisata di Kab Probolinggo Harus Kantongi Sertifikat Gugus Tugas

KRAKSAAN, Radar Bromo – Persiapan untuk menggeliatkan kembali new normal di sektor wisata terus dilakukan di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya, jasa wisata yang akan buka, diharuskan mengantongi sertifikat khusus dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budy Yoelijanto menegaskan, pihaknya terus memonitoring persiapan di berbagai sektor. Termasuk tempat wisata yang rencananya akan dibuka kembali.

Tempat wisata yang akan buka, harus melaksanakan protokol kesehatan. Jika tidak, maka tempat wisata itu tidak akan mendapat sertifikat. Sehingga, secara otomatis untuk sementara tidak bisa memberikan layanan wisata.

“Oleh karena itu supaya pelaku jasa wisata segera melengkapi tempat wisata dengan protokoler kesehatan. Mulai hotelnya, restorannya, mobil jip-nya, home stay dan lainnya,” katanya.

Menurutnya, akan dilakukan simulasi pembukaan tempat wisata saat pelaksanaan Yadnya Kasada pada 6-7 Juli. Mulai di hotel, restoran, warung dan lain sebagainya.

“Kalau ternyata sudah berjalan sesuai aturan, semua masyarakatnya dan pengunjungnya juga patuh, nanti tinggal evaluasi atau penilaian oleh Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” terangnya.

Bila hasil evaluasi dinilai patuh dan bisa melaksanakan protokol kesehatan, maka bisa saja Bupati sebagai ketua Gugus Tutas mengeluarkan rekomendasi untuk membuka Bromo. Tentunya, dengan syarat-syarat, seperti rekomendasi yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Nasional.

“Lalu, pembukaan tempat wisata hanya dilakukan di daerah-daerah hijau dan kuning untuk tingkat kabupaten. Saat ini kami sedang sosialisasi dan memasang banner-banner di lokasi-lokasi wisata,” terangnya. (sid/hn)