Pengumuman Kelulusan SMP di Kab Probolinggo Bertahap, Online di Pantura, Manual di Pelosok

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pengumuman kelulusan SMP di Kabupaten Probolinggo dilakukan bertahap. Dimulai Jumat (5/6), pengumuman kelulusan diserahkan pada sekolah masing-masing.

Cara ini dilakukan karena pemerintah melarang kerumunan selama pandemi korona terjadi. Karena itu, teknis pengumuman kelulusan SMP disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Kabid Pembinaan Sekolah Menengah Pertama di Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Saiful Anwar menuturkan, kelulusan siswa SMP menjadi keputusan mutlak sekolah. Siswa dapat dinyatakan lulus setelah memenuhi syarat yang telah ditentukan sekolah.

“Saat ini sistem kelulusan merupakan kebijakan dari sekolah. Siswa harus memenuhi standar nilai yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Di tengah pandemi korona, mekanisme kelulusan pun dilakukan dengan menyesuaikan kondisi wilayah. Untuk sekolah yang memiliki akses internet cukup baik, pengumuman kelulusan dilakukan secara online.

Namun, pada wilayah yang terkendala sinyal internet, pengumuman dilakukan secara manual. Yakni dengan memanggil orang tua atau wali murid secara bergantian.

“Karena adanya larangan untuk berkerumun, jadi pengumuman dilakukan secara online atau manual dengan mengundang orang tua atau wali murid ke sekolah secara bergantian. Bahkan ada sekolah yang mengirim pengumuman lewat pos,” tandasnya.

Di Kabupaten Probolinggo menurutnya, pengumuman secara online dilakukan oleh beberapa SMP di sekitar jalur pantura. Karena akses internet cukup lancar. Sedangkan SMP yang berada di dataran tinggi dan pelosok, pengumuman kelulusan dilakukan secara manual.

Karena dilakukan bertahap itulah, sampai saat ini menurut Saiful, belum diketahui jumlah siswa yang lulus. Sebab, belum semua sekolah melapor. Hanya dipastikan, di Kabupaten Probolinggo ada 74 SMP negeri, dan 144 sekolah SMP swasta.

“Jumlah siswa yang lulus belum diketahui pasti, karena masih dalam proses rekap. Namun, kami sudah mengajukan permohonan ijazah sebanyak 7.800 siswa untuk Kurikulum 2013 (K13) dan sebanyak 1.763 siswa untuk Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP),” terangnya. (ar/hn/fun)