alexametrics
25C
Probolinggo
Tuesday, 20 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Siapkan Skenario Vaksinasi untuk CJH Walau Jadwal Belum Pasti

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Saat ini vaksinasi di Kabupaten Probolinggo telah masuk pada tahap kedua. Sasarannya adalah pelayanan publik.

Di sisi lain, sampai saat ini Kementerian Agama (Kemenag) belum merencanakan vaksinasi terhadap calon jamaah haji (CJH). Sebab sampai saat ini, belum ada kepastian soal jadwal pemberangkatan CJH.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Sholehuddin Kemenag Kabupaten Probolinggo, juga menyebut, belum ada rencana vaksin untuk CJH. Namun begitu ia tidak membeberkan alasan, soal rencana vaksinasi tersebut.

Terpisah, Dewi Vironica, Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo mengatakan, vaksinasi CJH telah masuk pada sasaran. Utamanya CJH yang keberangkatannya tertunda tahun lalu.

Namun begitu pihaknya masih belum mendapat kepastian perihal keberangkatan. Hanya saja, wacana Dinkes soal vaksinasi CJH ada, bahkan diprioritaskan.

“Jadi, CJH ini masyarakat umum yang diprioritaskan menjadi pelayanan publik tahap dua. Namun begitu ini masih wacana. Belum ada instruksi harus divaksin semua. Sebab ketersediaan vaksin masih belum ada,” ujarnya.

Perihal pemberangkatannya, kata Dewi Vironica, masih melihat status Covid-19 yang ada di Indonesia. “Kami belum tahu keberangkatannya akan dilakukan kapan. Skenarionya kan masih bisa berangkat separo atau semuanya. Status Covid-19 juga nantinya akan mempengaruhi apakah CJH diperbolehkan atau tidak. Mengingat tahun lalu tidak diperbolehkan. Nanti juga pasti ada tahapan mekanisme lainnya. Misalnya syarat CJH divaksin, bebas Covid-19 dengan bukti swab,” ujarnya.

Ia menambahkan, prinsipnya Dinkes telah mempersiapkan CJH istithaah, atau CJH mampu secara kesehatan untuk melakukan keberangkatan. Nah, untuk kapan dan siapa pada saat pemberangkatan, pihaknya masih menunggu informasi dari pihak Kemenag.

“Yang jelas kami ada data. Kemudian kami melakukan pemeriksaan dan pembinaan. Artinya CJH yang memiliki penyakit komorbid, tetap kami kawal. Agar istithaah. Nah, yang istithaah ini yang kami pertahan agar sewaktu-waktu berangkat dalam kondisi yang siap,” ujarnya.

Jika memang nantinya vaksinasi Covid-19 telah diintruksikan, maka akan dilakukan. Tentunya akan ada screening dan melihat ketersediaan vaksin.

“Nantinya jika memang sewaktu-waktu berangkat, skenarionya kami kembalikan kepada Puskesmas masing-masing. Sebab terkontrol tidaknya CJH ini dari puskesmas. Harapannya untuk yang mengawal (vaksinasi terhadap CJH, Red) nantinya adalah faskesnya masing-masing. Untuk data CJH yang masuk pada data vaksinasi dari pemerintah pusat ada 720 CJH,” ujarnya. (mu/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Saat ini vaksinasi di Kabupaten Probolinggo telah masuk pada tahap kedua. Sasarannya adalah pelayanan publik.

Di sisi lain, sampai saat ini Kementerian Agama (Kemenag) belum merencanakan vaksinasi terhadap calon jamaah haji (CJH). Sebab sampai saat ini, belum ada kepastian soal jadwal pemberangkatan CJH.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Sholehuddin Kemenag Kabupaten Probolinggo, juga menyebut, belum ada rencana vaksin untuk CJH. Namun begitu ia tidak membeberkan alasan, soal rencana vaksinasi tersebut.

Mobile_AP_Half Page

Terpisah, Dewi Vironica, Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo mengatakan, vaksinasi CJH telah masuk pada sasaran. Utamanya CJH yang keberangkatannya tertunda tahun lalu.

Namun begitu pihaknya masih belum mendapat kepastian perihal keberangkatan. Hanya saja, wacana Dinkes soal vaksinasi CJH ada, bahkan diprioritaskan.

“Jadi, CJH ini masyarakat umum yang diprioritaskan menjadi pelayanan publik tahap dua. Namun begitu ini masih wacana. Belum ada instruksi harus divaksin semua. Sebab ketersediaan vaksin masih belum ada,” ujarnya.

Perihal pemberangkatannya, kata Dewi Vironica, masih melihat status Covid-19 yang ada di Indonesia. “Kami belum tahu keberangkatannya akan dilakukan kapan. Skenarionya kan masih bisa berangkat separo atau semuanya. Status Covid-19 juga nantinya akan mempengaruhi apakah CJH diperbolehkan atau tidak. Mengingat tahun lalu tidak diperbolehkan. Nanti juga pasti ada tahapan mekanisme lainnya. Misalnya syarat CJH divaksin, bebas Covid-19 dengan bukti swab,” ujarnya.

Ia menambahkan, prinsipnya Dinkes telah mempersiapkan CJH istithaah, atau CJH mampu secara kesehatan untuk melakukan keberangkatan. Nah, untuk kapan dan siapa pada saat pemberangkatan, pihaknya masih menunggu informasi dari pihak Kemenag.

“Yang jelas kami ada data. Kemudian kami melakukan pemeriksaan dan pembinaan. Artinya CJH yang memiliki penyakit komorbid, tetap kami kawal. Agar istithaah. Nah, yang istithaah ini yang kami pertahan agar sewaktu-waktu berangkat dalam kondisi yang siap,” ujarnya.

Jika memang nantinya vaksinasi Covid-19 telah diintruksikan, maka akan dilakukan. Tentunya akan ada screening dan melihat ketersediaan vaksin.

“Nantinya jika memang sewaktu-waktu berangkat, skenarionya kami kembalikan kepada Puskesmas masing-masing. Sebab terkontrol tidaknya CJH ini dari puskesmas. Harapannya untuk yang mengawal (vaksinasi terhadap CJH, Red) nantinya adalah faskesnya masing-masing. Untuk data CJH yang masuk pada data vaksinasi dari pemerintah pusat ada 720 CJH,” ujarnya. (mu/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2