alexametrics
25C
Probolinggo
Tuesday, 20 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Tahun Ini Target PAD Uji Kir Kab Probolinggo Tak Naik

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) uji kir yang dibebankan kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Uji Berkala Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo tahun ini mencapai Rp 1.050.000.000. Target tersebut masih sama dengan target pada 2020 lalu.

Kepala UPT Uji Berkala Kendaraan Bermotor, Cipto Widianto mengatakan, tidak adanya peningkatan target PAD lantaran tak terlepas dengan adanya pandemi Covid-19. Sehingga, sesuai dengan perkembangan Covid-19, pihaknya terkadang melakukan pembatasan pelayanan.

“Tahun ini tidak mengalami perubahan, target PAD masih tetap sama dengan 2020 lalu,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, di tahun 2020 pihaknya memang sempat mengalami kendala dalam memenuhi target PAD. Sebab, beberapa kali pihaknya melakukan pembatasan pelayanan. Bahkan sempat melakukan lockdown.

Namun di tahun ini, ia meyakini target tersebut akan mampu dicapai. Mengingat masyarakat sudah mulai terbiasa dengan adaptasi kebiasaan baru. Para pendaftar uji kir berkala sudah diwajibkan mendaftar secara daring.

“Kami optimistis uji berkala tahun ini bisa lebih lancar dari tahun sebelumnya. Kontak dengan pemilik kendaraan juga sudah kami minimalisir dengan cara pendaftaran wajib online,” ujarnya.

Ia memperkirakan, untuk mencapai target terseut, setidaknya dalam setahun ini ada 10 ribu kendaraan yang melakukan uji kir. Oleh sebab itu, pihaknya akan tetap melakukan sosialisasi ke berbagai paguyuban, agar target tersebut dapat tercapai.

“Yang banyak itu tiap tahunnya adalah kendaraan pikap, bahkan sampai 70 persennya. Makanya kami akan coba terus lakukan sosialisasi ke paguyuban angkutan umum dan truk,” ujarnya.

Cipto menambahkan, biaya uji kir ada 2 jenis retribusi. Yakni pendaftaran dan pengujian. Untuk pengujian, retribusinya akan disesuaikan dengan Jumlah Berat Bruto (JBB). “Rp 25 ribu untuk kendaraan yang di bawah 3.500 kg berat JBB-nya, dan Rp 40 ribu untuk JBB yang di atasnya. Kalau untuk pendaftaran tetap Rp 5 ribu,” ujarnya. (mu/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) uji kir yang dibebankan kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Uji Berkala Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo tahun ini mencapai Rp 1.050.000.000. Target tersebut masih sama dengan target pada 2020 lalu.

Kepala UPT Uji Berkala Kendaraan Bermotor, Cipto Widianto mengatakan, tidak adanya peningkatan target PAD lantaran tak terlepas dengan adanya pandemi Covid-19. Sehingga, sesuai dengan perkembangan Covid-19, pihaknya terkadang melakukan pembatasan pelayanan.

“Tahun ini tidak mengalami perubahan, target PAD masih tetap sama dengan 2020 lalu,” ujarnya.

Mobile_AP_Half Page

Ia mengungkapkan, di tahun 2020 pihaknya memang sempat mengalami kendala dalam memenuhi target PAD. Sebab, beberapa kali pihaknya melakukan pembatasan pelayanan. Bahkan sempat melakukan lockdown.

Namun di tahun ini, ia meyakini target tersebut akan mampu dicapai. Mengingat masyarakat sudah mulai terbiasa dengan adaptasi kebiasaan baru. Para pendaftar uji kir berkala sudah diwajibkan mendaftar secara daring.

“Kami optimistis uji berkala tahun ini bisa lebih lancar dari tahun sebelumnya. Kontak dengan pemilik kendaraan juga sudah kami minimalisir dengan cara pendaftaran wajib online,” ujarnya.

Ia memperkirakan, untuk mencapai target terseut, setidaknya dalam setahun ini ada 10 ribu kendaraan yang melakukan uji kir. Oleh sebab itu, pihaknya akan tetap melakukan sosialisasi ke berbagai paguyuban, agar target tersebut dapat tercapai.

“Yang banyak itu tiap tahunnya adalah kendaraan pikap, bahkan sampai 70 persennya. Makanya kami akan coba terus lakukan sosialisasi ke paguyuban angkutan umum dan truk,” ujarnya.

Cipto menambahkan, biaya uji kir ada 2 jenis retribusi. Yakni pendaftaran dan pengujian. Untuk pengujian, retribusinya akan disesuaikan dengan Jumlah Berat Bruto (JBB). “Rp 25 ribu untuk kendaraan yang di bawah 3.500 kg berat JBB-nya, dan Rp 40 ribu untuk JBB yang di atasnya. Kalau untuk pendaftaran tetap Rp 5 ribu,” ujarnya. (mu/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2