alexametrics
26.8 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Walau Sering Dirazia, Kota Kraksaan Belum Bebas Gepeng

KRAKSAAN, Radar Bromo – Meski sering dirazia, gelandangan dan pengemis (Gepeng) masih kerap terlihat di wilayah Kraksaan. Mereka bahkan masih bebas terlihat melakukan aktivitasnya untuk mencari rupiah.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, selain di traffic light Pasar Sore, Kecamatan Kraksaan, gepeng juga kerap kali ditemukan di lokasi fasilitas umum. Seperti Alun-alun Kraksaan dan taman Sumber Lele.

Noval Adi Putro salah satu warga Kraksaan mengatakan, bahkan gepeng juga kerap ditemukan di pemukiman perumahan warga wilayah Kraksaan. “Kalau di lampu merah, Pasar Sore dan depan Glora Kraksaan itu sudah langganan mangkal. Kadang ada yang masuk ke perumahan untuk minta-minta,” Ujarnya.

Menurutnya hal itu cukup membuat risih warga Kraksaan. Sebab, dalam sejumlah aktivitas gepeng ini, pernah ada gepeng yang tertangkap basah mencuri barang milik warga di salah satu perumahan.

“Kalau hanya minta-minta gak jadi masalah. Takutnya kan dijadikan modus. Sempat ada kejadian barang warga. Kalau tidak salah di Kelurahan Sidomukti, barang milik warga di sana diambil oleh gepeng. Tertangkap, tapi dilepas lagi oleh warga. Jadi cukup resah,” kata Noval.

Sementara itu, Mushonnif salah satu pengendara motor asal Desa Besuk mengatakan, keberadaan gepeng di lampu merah itu memang kerap ditemukan. “Kalau yang memang mengalami kekurangan (tubuh) itu tidak masalah lah. Tapi saya lihat mereka masih bisa bekerja semua. Sehingga tidak layak melakukan minta-minta seperti itu. Ditambah, kadang saat di traffic light, menggangu arus lalu lintas,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Penyidikan dan Penindakan (Dikdak) Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Budi Utomo mengatakan, pihaknya telah mendapatkan laporan perihal adanya gepeng di sejumlah titik. “Kami sudah mendapatkan laporan. Tapi harannya saat kami melakukan operasi ketertiban, tidak ditemukan ada gepeng di sana. Nanti akan ke lokasi untuk mengamankan,” jelasnya.

Penanganan Gepeng, kata Budi Utomo, sejatinya sudah sering. “Jika didapati kami amankan ke kantor. Kemudian akan diberi pembinaan. Jika orang luar daerah, maka kami akan koordinasi dengan Dinas Sosial. Apakah akan dipulangkan atau bagaimana,” ujarnya. (mu/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Meski sering dirazia, gelandangan dan pengemis (Gepeng) masih kerap terlihat di wilayah Kraksaan. Mereka bahkan masih bebas terlihat melakukan aktivitasnya untuk mencari rupiah.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, selain di traffic light Pasar Sore, Kecamatan Kraksaan, gepeng juga kerap kali ditemukan di lokasi fasilitas umum. Seperti Alun-alun Kraksaan dan taman Sumber Lele.

Noval Adi Putro salah satu warga Kraksaan mengatakan, bahkan gepeng juga kerap ditemukan di pemukiman perumahan warga wilayah Kraksaan. “Kalau di lampu merah, Pasar Sore dan depan Glora Kraksaan itu sudah langganan mangkal. Kadang ada yang masuk ke perumahan untuk minta-minta,” Ujarnya.

Menurutnya hal itu cukup membuat risih warga Kraksaan. Sebab, dalam sejumlah aktivitas gepeng ini, pernah ada gepeng yang tertangkap basah mencuri barang milik warga di salah satu perumahan.

“Kalau hanya minta-minta gak jadi masalah. Takutnya kan dijadikan modus. Sempat ada kejadian barang warga. Kalau tidak salah di Kelurahan Sidomukti, barang milik warga di sana diambil oleh gepeng. Tertangkap, tapi dilepas lagi oleh warga. Jadi cukup resah,” kata Noval.

Sementara itu, Mushonnif salah satu pengendara motor asal Desa Besuk mengatakan, keberadaan gepeng di lampu merah itu memang kerap ditemukan. “Kalau yang memang mengalami kekurangan (tubuh) itu tidak masalah lah. Tapi saya lihat mereka masih bisa bekerja semua. Sehingga tidak layak melakukan minta-minta seperti itu. Ditambah, kadang saat di traffic light, menggangu arus lalu lintas,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Penyidikan dan Penindakan (Dikdak) Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Budi Utomo mengatakan, pihaknya telah mendapatkan laporan perihal adanya gepeng di sejumlah titik. “Kami sudah mendapatkan laporan. Tapi harannya saat kami melakukan operasi ketertiban, tidak ditemukan ada gepeng di sana. Nanti akan ke lokasi untuk mengamankan,” jelasnya.

Penanganan Gepeng, kata Budi Utomo, sejatinya sudah sering. “Jika didapati kami amankan ke kantor. Kemudian akan diberi pembinaan. Jika orang luar daerah, maka kami akan koordinasi dengan Dinas Sosial. Apakah akan dipulangkan atau bagaimana,” ujarnya. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/