alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Tahun Ini 11 Irigasi Dialokasikan Rp 16 Miliar

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sejumlah irigasi masih terus menjadi perhatian serius Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo. Bahkan, tahun ini jumlah irigasi yang akan dibangun lebih banyak dibanding tahun kemarin.

Kasi Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Rahma mengatakan, tahun ini pihaknya kembali akan membangun irigasi sekunder. “Tahun ini ada 11 jaringan irigasi sekunder dan satu bendung yang akan dibangun. Kalau tahun lalu ada 10 jaringan sekunder, jadi bertambah,” ujarnya.

Rahma mengatakan, Bidang SDA mendapatkan anggaran Rp 16 miliar. Dana ini yang nantinya akan digunakan untuk membangun 11 irigasi sekunder dan satu bendung itu. Anggaran itu juga bertambah dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 8,2 miliar. “Irigasi sekunder ini anggarannya memang mengambil dari DAK (Dana Alokasi Khusus),” ujarnya.

Proyek irigasi ini bertujuan menunjang keberhasilan sektor pertanian. Mengingat, irigasi memiliki peran penting dalam pengairan lahan pertanian. “Di samping untuk mengatur air agar dapat mengalir dengan maksimal dari hulu ke hilir. Jadi, selain mengatur air, juga membantu lahan pertanian,” jelasnya.

Tahun kemarin, Dinas PUPR telah selesai membangun irigasi di 10 lokasi. Dalam pengerjaannya, pemerintah melibatkan warga sekitar irigasi. Hal ini bertujuan melakukan pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi pembangunan. (mu/rud/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sejumlah irigasi masih terus menjadi perhatian serius Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo. Bahkan, tahun ini jumlah irigasi yang akan dibangun lebih banyak dibanding tahun kemarin.

Kasi Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Rahma mengatakan, tahun ini pihaknya kembali akan membangun irigasi sekunder. “Tahun ini ada 11 jaringan irigasi sekunder dan satu bendung yang akan dibangun. Kalau tahun lalu ada 10 jaringan sekunder, jadi bertambah,” ujarnya.

Rahma mengatakan, Bidang SDA mendapatkan anggaran Rp 16 miliar. Dana ini yang nantinya akan digunakan untuk membangun 11 irigasi sekunder dan satu bendung itu. Anggaran itu juga bertambah dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 8,2 miliar. “Irigasi sekunder ini anggarannya memang mengambil dari DAK (Dana Alokasi Khusus),” ujarnya.

Proyek irigasi ini bertujuan menunjang keberhasilan sektor pertanian. Mengingat, irigasi memiliki peran penting dalam pengairan lahan pertanian. “Di samping untuk mengatur air agar dapat mengalir dengan maksimal dari hulu ke hilir. Jadi, selain mengatur air, juga membantu lahan pertanian,” jelasnya.

Tahun kemarin, Dinas PUPR telah selesai membangun irigasi di 10 lokasi. Dalam pengerjaannya, pemerintah melibatkan warga sekitar irigasi. Hal ini bertujuan melakukan pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi pembangunan. (mu/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/