alexametrics
25.8 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Sudah Didata, Nakes di Kab Probolinggo yang Divaksin Bakal Berkurang

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sebanyak 3.626 tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Probolinggo sudah di-entry untuk menjadi calon penerima vaksin tahap pertama.

Namun diperkirakan jumlah petugas yang menerima vaksin berkurang. Karena tidak sedikit nakes ataupun petugas di layanan kesehatan yang terpapar Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica menjelaskan, pasien Covid-19 yang sudah sembuh tidak perlu ikut vaksinasi. Karena sudah ada ketahanan pada tubuh mereka.

Selain itu, tidak sedikit petugas pelayanan kesehatan yang usianya di atas 60 tahun. Padahal, prioritas vaksinasi tahap pertama usia 18 – 60 tahun.

“Berdasarkan data sistem informasi kesehatan, ada 3.626 orang yang jadi calon penerima vaksin tahap pertama. Itu sudah semua nakes, dokter praktik mandiri, praktik swasta, puskesmas, RSUD, bagian administrasi, bagian laboratorium. Semua orang yang bertugas di kantor atau bagian kesehatan,” katanya.

Dilanjutkan Dewi, nantinya teknis vaksinasi akan dilakukan di kantor pelayanan kesehatan terkait. Seperti pegawai Dinkes bisa di puskesmas atau RSUD. Untuk rumah sakit (RS) bisa di beberapa RS yang ditunjuk.

”Nanti petugas nakes dan pembantunya yang bakal menerima vaksin. Mereka akan dapat SMS lebih dulu,” terangnya. (mas/hn)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sebanyak 3.626 tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Probolinggo sudah di-entry untuk menjadi calon penerima vaksin tahap pertama.

Namun diperkirakan jumlah petugas yang menerima vaksin berkurang. Karena tidak sedikit nakes ataupun petugas di layanan kesehatan yang terpapar Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica menjelaskan, pasien Covid-19 yang sudah sembuh tidak perlu ikut vaksinasi. Karena sudah ada ketahanan pada tubuh mereka.

Selain itu, tidak sedikit petugas pelayanan kesehatan yang usianya di atas 60 tahun. Padahal, prioritas vaksinasi tahap pertama usia 18 – 60 tahun.

“Berdasarkan data sistem informasi kesehatan, ada 3.626 orang yang jadi calon penerima vaksin tahap pertama. Itu sudah semua nakes, dokter praktik mandiri, praktik swasta, puskesmas, RSUD, bagian administrasi, bagian laboratorium. Semua orang yang bertugas di kantor atau bagian kesehatan,” katanya.

Dilanjutkan Dewi, nantinya teknis vaksinasi akan dilakukan di kantor pelayanan kesehatan terkait. Seperti pegawai Dinkes bisa di puskesmas atau RSUD. Untuk rumah sakit (RS) bisa di beberapa RS yang ditunjuk.

”Nanti petugas nakes dan pembantunya yang bakal menerima vaksin. Mereka akan dapat SMS lebih dulu,” terangnya. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/