alexametrics
29.4 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Satpol PP Kab Probolinggo Amankan 30 PSK dan 10 Mucikari

KRAKSAAN, Radar Bromo – Praktik prostitusi di Kabupaten Probolinggo, ternyata masih marak. Terbukti, dalam 11 bulan Satpol PP Kabupaten Probolinggo, telah mengamankan 30 pekerjaan seks komersial (PSK). Mereka diamankan dari lokasi berbeda.

Kasi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Kabupaten Probolinggo Budi Utomo mengatakan, dalam sebelas bulan tahun ini pihaknya tidak hanya mengamankan PSK. Ada sejumlah mucikari yang juga digiring ke kantor Satpol PP.

“Ada 10 mucikari yang juga kami amankan saat menggelar operasi menegakkan perda nomor 5 tentang pemberantasan pelacuran,” ujarnya, Selasa (30/11).

Budi mengatakan, Puluhan PSK dan Mucikari yang diamankan tersebut berasal dari sejumlah kecamatan. Di antaranya, kecamatan Tegalsiwalan, Leces, Besuk, Kotaanyar, dan Kraksaan.

“Mereka diamankan di salah satu warung yang memang di jadikan tempat seperti itu (prostitusi). Ada juga yang berkedok rumah pribadi,” ujarnya.

Menurutnya, operasi yang dilakukan Satpol PP berdampak positif. Saat ini, sejumlah lokasi yang sebelumnya dijadikan tempat prostitusi, sudah tidak lagi beroperasi. “Seperti di Kecamatan Paiton. Saat ini sudah tidak beroperasi. Selain itu, jumlah PSK yang diamankan saat operasi penggerebekan juga mulai berkurang. Tidak seramai dulu,” ujarnya.

Budi menambahkan, hal itu juga tidak terlepas dari adanya tindak lanjut yang dilakukan pihaknya. Saat para mucikari atau PSK diamankan, para PSK dan mucikari ini diminta membuat pernyataan.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Praktik prostitusi di Kabupaten Probolinggo, ternyata masih marak. Terbukti, dalam 11 bulan Satpol PP Kabupaten Probolinggo, telah mengamankan 30 pekerjaan seks komersial (PSK). Mereka diamankan dari lokasi berbeda.

Kasi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Kabupaten Probolinggo Budi Utomo mengatakan, dalam sebelas bulan tahun ini pihaknya tidak hanya mengamankan PSK. Ada sejumlah mucikari yang juga digiring ke kantor Satpol PP.

“Ada 10 mucikari yang juga kami amankan saat menggelar operasi menegakkan perda nomor 5 tentang pemberantasan pelacuran,” ujarnya, Selasa (30/11).

Budi mengatakan, Puluhan PSK dan Mucikari yang diamankan tersebut berasal dari sejumlah kecamatan. Di antaranya, kecamatan Tegalsiwalan, Leces, Besuk, Kotaanyar, dan Kraksaan.

“Mereka diamankan di salah satu warung yang memang di jadikan tempat seperti itu (prostitusi). Ada juga yang berkedok rumah pribadi,” ujarnya.

Menurutnya, operasi yang dilakukan Satpol PP berdampak positif. Saat ini, sejumlah lokasi yang sebelumnya dijadikan tempat prostitusi, sudah tidak lagi beroperasi. “Seperti di Kecamatan Paiton. Saat ini sudah tidak beroperasi. Selain itu, jumlah PSK yang diamankan saat operasi penggerebekan juga mulai berkurang. Tidak seramai dulu,” ujarnya.

Budi menambahkan, hal itu juga tidak terlepas dari adanya tindak lanjut yang dilakukan pihaknya. Saat para mucikari atau PSK diamankan, para PSK dan mucikari ini diminta membuat pernyataan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/