alexametrics
29C
Probolinggo
Tuesday, 26 January 2021

Perketat Pengawasan Kegiatan Warga, Terutama yang Berkerumun

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kasus Covid-19 di Kabupaten Probolinggo beberapa hari belakangan mengalami peningkatan. Satuan Tugas (Satgas) Kecamatan Pecepatan Covid-19 memperketat pemantauan kegiatan dan penerapan protokol kesehatan di masyarakat.

Tindakan ini dilakukan pasca dikeluarnya Instruksi Bupati Probolinggo nomor 440/662/426.102/2020 yang ditetapkan 30 November lalu. Semenjak itu petugas kembali memperketat pengawasan untuk memaksimalkan pencegahan penularan Covid-19.

“Instruksi turun bukan tanpa alasan, terjadi peningkatan penderita Covid-19 di Kabupaten Probolinggo. Serta mulai longgarnya penerapan protokol kesehatan menjadi dasar,” ujar Koordinator Penegakan Keamanan dan Hukum Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto.

Untuk memaksimalkan upaya pecegahan kemudian Satgas Kecamatan Pecepatan Covid-19 harus memantau sekaligus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan protokol kesehatan di kantor, tempat umum, dan perusahaan atau industri yang masuk kewenangan pengawasam satgas kecamatan. Tidak hanya itu, petugas harus mencegah dan menghentikan semua kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan massa. Sebab hal ini berpotensi menyebarkan virus dengan cepat karena dipadati oleh banyak orang.

“Evaluasi harus lebih rutin dilakukan, hal ini untuk mengetahui sejauh mana kepatuhan masyarakat terhadap peraturan. Antisipasi terjadi kerumunan serta pembubaran kerumunan akan lebih digencarkan,” ujarnya.

Di setiap wilayah, satgas harus menyiapkan rumah isolasi untuk masyarakat yang menunggu hasil swab dan orang tanpa gejala (OTG). Pemberian edukasi dengan melakukan penyuluhan dan menegakkan peraturan protokol kesehatan ditempat umum juga dilakukan secara rutin. Serta membantu melaksanakan pemakaman dengan protokol kesehatan.

“Kami sayangkan kondisi yang sebelumnya sudah begitu baik. Tingkat kesembuhan meningkat, dan jumlah pasien yang terpapar juga sedikit. Namun terjadi pelanggaran protokol kesehatan dan merosotnya kepatuhan masyarakat menciptakan kondisi yang cenderung memburuk. Ini perlu dilakukan penanganan dengan cepat,” ujar Ugas. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU