alexametrics
24C
Probolinggo
Saturday, 23 January 2021

Insiden Angin Kencang Meningkat Kurun 3 Bulan

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Tiga bulan belakangan bencana angin kencang terpantau mengalami peningkatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mencatat hingga November telah terjadi 43 bencana angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo, Sugeng Suprisayoga mengatakan bahwa bencana angin kencang memang kerap terjadi saat masuk musim hujan. Mitigasi resiko bencana perlu ditingkatkan agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisasi.

“Setiap tahun memang beberapa bencana dapat terjadi. Saat musim kemarau kekeringan dan kebakaran kerap terjadi. Pada musim hujan bencana tanah longsor, angin kencang, dan banjir perlu diwaspadai,” ujarnya.

Berdasarkan data BPBD bencana angin kencang tiga bulan belakangan terus mengalami peningkatan. Di bulan September terdapat 2 kejadian, bulan Oktober 5 kejadian, dan November 6 kejadian. “Memang mengalami kenaikan, sebab belum masuk puncak musim hujan. Kami waspada bulan ini (Desember, Red) karena puncak penghujan,” katanya.

Sugeng menjelaskan ada beberapa wilayah yang berpotensi terjadi angin kencang. Sehingga tak luput dari pantauan BPBD Kabupaten Probolinggo. Pemantauan dilakukan melibatkan beberapa relawan dan Tim Reaksi Cepat. Ini dilakukan untuk mitigasi sekaligus mempercepat evakuasi saat bencana alam terjadi.

“Berdasarkan pemantauan dan data kejadian bencana, wialayah rawan terjadi bencana angin kencang adalah Kecamatan Paiton, Pakuniran, Kotaanyar, Pajarakan, Tiris, Krucil, Kuripan, Lumbang, Leces dan Wonomerto. Lumayan banyak yang berpotensi, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan,” tuturnya.

Potensi angin kencang masih mungkin terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo. Oleh sebab itu dalam melakukan aktivitas sehari-hari masyarakat harus memperhatikan cuaca yang ada. Hal ini dilakukan sebagai salah satu mitigasi risiko bencana perlu dilakukan.

“Masih cukup berpotensi, natal dan tahun baru puncak musim penghujan. Waspada bukan berarti harus takut melakukan aktivitas, tetapi jika kondisi alam sudah kurang bersahabat sebaiknya berlindung di tempat yang aman,” pungkasnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU