alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Sementara Belum Berani Tambah Lembaga Sekolah Tatap Muka

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dinas Pendidikan masih terus melakukan pemantauan pelaksanaan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Karenanya hingga kini masih belum berani melakukan penambahan jumlah sekolah yang menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi mengatakan jika saat ini pihaknya masih terus melakukan evaluasi PTM yang tengah dilaksanakan. Hal ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui progres hasil dari PTM yang telah dilakukan sampai dengan saat ini.

Evaluasi pun dilakukan secara menyeluruh dilakukan. Mulai dari penerapan protokol kesehatan sekolah dan progres vaksinasi yang sudah dilakukan kepada anak didik pada setiap sekolah.

“Untuk menambah jumlah sekolah yang telah melakukan PTM ada beberapa indikator. Di antaranya capaian vaksin dan penerapan protokol kesehatan di sekolah,” katanya senin (4/10).

Menurutnya, sampai dengan saat ini terdapat 510 Sekolah Dasar (SD) yang melakukan PTM. Sementara ada 63 Sekolah Menengah Pertama yang melakukan PTM. Saat melakukan pemantauan dan ditemukan protokol kesehatan tidak sesuai dengan ketentuan. Maka dilakukan teguran secara lisan kepada sekolah. Sebab sekolah menjadi salah satu sarana edukasi, tentunya harus mengajarkan hal yang baik siswa tidak meniru dan bahkan menerapkannya di luar sekolah.

“Ada beberapa sekolah yang saat pemantauan kedapatan protokol kesehatannya tidak diterapkan dengan baik. Tentu kami lakukan teguran,” katanya.

Namun demikian, Fathur Rozi mengatakan, jika sejauh ini penerapan protokol kesehatan di sekolah sudah cukup baik. Sebab pihaknya telah mewanti-wanti kepada sekolah agar betul-betul menjaga lingkungan sekolah. Agar tidak ada temuan kasus Covid-19 di lingkungan sekolah. Sehingga pengawasan dan evaluasi secara berkala terus dilakukan.

“Sejauh ini sudah baik, karena itulah perlu ada pengawasan dan evaluasi. Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait perihal progres vaksinasi pelajar. Jika indikator sudah terpenuhi bisa jadi sekolah yang akan melakukan PTM juga bertambah,” pungkasnya. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dinas Pendidikan masih terus melakukan pemantauan pelaksanaan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Karenanya hingga kini masih belum berani melakukan penambahan jumlah sekolah yang menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi mengatakan jika saat ini pihaknya masih terus melakukan evaluasi PTM yang tengah dilaksanakan. Hal ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui progres hasil dari PTM yang telah dilakukan sampai dengan saat ini.

Evaluasi pun dilakukan secara menyeluruh dilakukan. Mulai dari penerapan protokol kesehatan sekolah dan progres vaksinasi yang sudah dilakukan kepada anak didik pada setiap sekolah.

“Untuk menambah jumlah sekolah yang telah melakukan PTM ada beberapa indikator. Di antaranya capaian vaksin dan penerapan protokol kesehatan di sekolah,” katanya senin (4/10).

Menurutnya, sampai dengan saat ini terdapat 510 Sekolah Dasar (SD) yang melakukan PTM. Sementara ada 63 Sekolah Menengah Pertama yang melakukan PTM. Saat melakukan pemantauan dan ditemukan protokol kesehatan tidak sesuai dengan ketentuan. Maka dilakukan teguran secara lisan kepada sekolah. Sebab sekolah menjadi salah satu sarana edukasi, tentunya harus mengajarkan hal yang baik siswa tidak meniru dan bahkan menerapkannya di luar sekolah.

“Ada beberapa sekolah yang saat pemantauan kedapatan protokol kesehatannya tidak diterapkan dengan baik. Tentu kami lakukan teguran,” katanya.

Namun demikian, Fathur Rozi mengatakan, jika sejauh ini penerapan protokol kesehatan di sekolah sudah cukup baik. Sebab pihaknya telah mewanti-wanti kepada sekolah agar betul-betul menjaga lingkungan sekolah. Agar tidak ada temuan kasus Covid-19 di lingkungan sekolah. Sehingga pengawasan dan evaluasi secara berkala terus dilakukan.

“Sejauh ini sudah baik, karena itulah perlu ada pengawasan dan evaluasi. Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait perihal progres vaksinasi pelajar. Jika indikator sudah terpenuhi bisa jadi sekolah yang akan melakukan PTM juga bertambah,” pungkasnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/