alexametrics
24.6 C
Probolinggo
Monday, 8 August 2022

Sungai di Gending Dinormalisasi, 9 Kios Dibongkar

GENDING, Radar Bromo- Sembilan kios semipermanen di bantaran sungai di Desa Pajurangan menuju Desa Sumberkerang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, dibongkar. Kemarin (4/8), sejumlah bangunan itu dibongkar karena sungainya akan dinormalisasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo Hengki Cahyo Saputro melalui stafnya Nurul, mengatakan, normalisasi perlu dilakukan. Karena sungainya telah mengalami sedimentasi. Perlu dikeruk agar kembali normal. Hal ini dilakukan sebagai upaya mitigasi potensi banjir.

“Sebenarnya rencana normalisasi sudah lama, namun kami terlebih dahulu berkoodinasi dengan kecamatan dan desa. Baru Kamis ini bisa dilakukan,” ujarnya, kemarin.

Nurul menjelaskan, rencana normalisasi di Desa Pajurangan ini panjang sekitar 500 meter. Mulai dari titik nol sisi sebelah barat Dam Banyubiru ke utara sampai batas jalan raya. Di bantaran atau tepi sungai terdapat sejumlah kios milik warga. Mereka memanfaatkan lahan yang tidak terpakai untuk berjualan, tempat potong rambut, dan parkir motor.

“Pengerukan dilakukan menggunakan ekskavator, sehingga untuk melancarkan kegiatan tersebut, bangunan yang ada harus dipindahkan dulu. Bantaran sungai berbatasan dengan bahu jalan. Tidak boleh ada bangunan,” terangnya.

Camat Gending Rr. Denny Kartika Sari mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Pajurangan. Sebelum normalisasi dilakukan, lokasi tersebut harus disterilkan. Tidak diperbolehkan ada bangunan. Karena itulah pemiliknya harus segera membongkar.

“Kami lakukan upaya persuasif, membujuk pemilik kios di sekitar bantaran sungai untuk dibongkar. Upaya ini dilakukan sebanyak tiga kali. Namun, beberapa warga berjanji akan membongkar sendiri saat alat sudah tiba,” bebernya.

GENDING, Radar Bromo- Sembilan kios semipermanen di bantaran sungai di Desa Pajurangan menuju Desa Sumberkerang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, dibongkar. Kemarin (4/8), sejumlah bangunan itu dibongkar karena sungainya akan dinormalisasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo Hengki Cahyo Saputro melalui stafnya Nurul, mengatakan, normalisasi perlu dilakukan. Karena sungainya telah mengalami sedimentasi. Perlu dikeruk agar kembali normal. Hal ini dilakukan sebagai upaya mitigasi potensi banjir.

“Sebenarnya rencana normalisasi sudah lama, namun kami terlebih dahulu berkoodinasi dengan kecamatan dan desa. Baru Kamis ini bisa dilakukan,” ujarnya, kemarin.

Nurul menjelaskan, rencana normalisasi di Desa Pajurangan ini panjang sekitar 500 meter. Mulai dari titik nol sisi sebelah barat Dam Banyubiru ke utara sampai batas jalan raya. Di bantaran atau tepi sungai terdapat sejumlah kios milik warga. Mereka memanfaatkan lahan yang tidak terpakai untuk berjualan, tempat potong rambut, dan parkir motor.

“Pengerukan dilakukan menggunakan ekskavator, sehingga untuk melancarkan kegiatan tersebut, bangunan yang ada harus dipindahkan dulu. Bantaran sungai berbatasan dengan bahu jalan. Tidak boleh ada bangunan,” terangnya.

Camat Gending Rr. Denny Kartika Sari mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Pajurangan. Sebelum normalisasi dilakukan, lokasi tersebut harus disterilkan. Tidak diperbolehkan ada bangunan. Karena itulah pemiliknya harus segera membongkar.

“Kami lakukan upaya persuasif, membujuk pemilik kios di sekitar bantaran sungai untuk dibongkar. Upaya ini dilakukan sebanyak tiga kali. Namun, beberapa warga berjanji akan membongkar sendiri saat alat sudah tiba,” bebernya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/