alexametrics
24.6 C
Probolinggo
Sunday, 7 August 2022

Jalan di Sindetlami Ditutup Diklaim Milik Perorangan, Dibongkar usai 6 Bulan

BESUK, Radar Bromo – Belasan warga membongkar paksa pagar bambu yang menutupi jalan umum di RT 15/RW 5, Dusun Nangger, Desa Sindetlami, Kecamatan Besuk, Kamis (4/8). Selama enam bulan, warga setempat kesulitan karena akses penting tersebut ditutup.

Aksi penutupan itu sendiri dilakukan Misbah, warga setempat yang mengklaim tanah tersebut adalah miliknya. Kontan setelah penutupan tersebut, 25 jiwa yang menghuni delapan rumah di sana jadi tidak bisa keluar masuk dengan leluasa.

Herman, salah satu warga yang terdampak mengatakan, penutupan akses jalan itu dilakukan sejak Februari. Misbah menutup akses jalan itu secara bertahap. Awalnya, jalan itu ditutup dengan tumpukan batu hingga akhirnya dipagar dengan gedek.

“Akses jalan umum berada di sisi selatan permukiman. Karena ditutup, kendaraan tidak bisa leluasa masuk. Akhirnya warga terpaksa menggunakan jalan alternatif menyeberangi jembatan bambu sisi sebelah timur,” terangnya.

Namun, jembatan ini hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Karena itulah warga yang memiliki mobil terpaksa menitipkannya ke rumah kerabat. Sampai akhirnya pagar  dibuka.

Herman mengaku, dirinya tidak mengetahui pasti alasan Misbah tega menutup jalan umum itu. Namun, ia menduga kuat konflik yang terjadi ini karena perbedaan dukungan saat pemilihan kepala desa yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Kecurigaan itu muncul karena saat pemilihan selesai dan calon yang didukung kalah, sorenya itu langsung ditutup,” ungkapnya.

BESUK, Radar Bromo – Belasan warga membongkar paksa pagar bambu yang menutupi jalan umum di RT 15/RW 5, Dusun Nangger, Desa Sindetlami, Kecamatan Besuk, Kamis (4/8). Selama enam bulan, warga setempat kesulitan karena akses penting tersebut ditutup.

Aksi penutupan itu sendiri dilakukan Misbah, warga setempat yang mengklaim tanah tersebut adalah miliknya. Kontan setelah penutupan tersebut, 25 jiwa yang menghuni delapan rumah di sana jadi tidak bisa keluar masuk dengan leluasa.

Herman, salah satu warga yang terdampak mengatakan, penutupan akses jalan itu dilakukan sejak Februari. Misbah menutup akses jalan itu secara bertahap. Awalnya, jalan itu ditutup dengan tumpukan batu hingga akhirnya dipagar dengan gedek.

“Akses jalan umum berada di sisi selatan permukiman. Karena ditutup, kendaraan tidak bisa leluasa masuk. Akhirnya warga terpaksa menggunakan jalan alternatif menyeberangi jembatan bambu sisi sebelah timur,” terangnya.

Namun, jembatan ini hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Karena itulah warga yang memiliki mobil terpaksa menitipkannya ke rumah kerabat. Sampai akhirnya pagar  dibuka.

Herman mengaku, dirinya tidak mengetahui pasti alasan Misbah tega menutup jalan umum itu. Namun, ia menduga kuat konflik yang terjadi ini karena perbedaan dukungan saat pemilihan kepala desa yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Kecurigaan itu muncul karena saat pemilihan selesai dan calon yang didukung kalah, sorenya itu langsung ditutup,” ungkapnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/