alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Sunday, 7 August 2022

Dosis Pertama Vaksin PMK di Kab Probolinggo Rampung, Kedua 26,26 Persen

KRAKSAAN, Radar Bromo– Realisasi proses vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap ternak tahap pertama di Kabupaten Probolinggo sudah rampung. Mencapai 97,9 persen atau 8.817 dosis dari ketersediaan vaksin sebanyak 9.000 dosis.

Medik Veteriner Muda Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan, sebenarnya pagu vaksinasi PMK tahap pertama 9.000 dosis. Namun, realisasinya mencapai 8.817 dosis atau Kurang 183 dosis. “Dalam satu botol belum tentu isinya 200 mililiter (ml). Terkadang isi dan takarannya tidak sama. Jadi, ada yang berkurang dan hal itu sudah biasa untuk obat-obatan,” katanya.

Untuk vaksinasi PMK tahap kedua atau revaksinasi, sampai Rabu (3/8) sekitar pukul 20.30, telah mencapai 26,26 persen atau 2.364 dosis dari target 9.000 dosis. “Kemudian untuk vaksinasi PMK perluasan dari pagu 1.000 dosis hingga pukul 20.30, baru bisa dilaksanakan 159 dosis. Semoga pelaksanaan vaksinasi tahap kedua dan perluasan di Kabupaten Probolinggo bisa berjalan lancar,” harapnya.

Ia berharap masyarakat yang ternaknya belum pernah divaksinasi PMK, segera melaporkan ke petugas teknis peternakan kecamatan maupun dokter hewan setempat. Agar segera diperiksa kesehatan ternaknya. Sebab, persyaratan vaksinasi PMK sekarang berubah dari sebelumnya.

“Kalau dulu hewan yang terkena PMK jika sudah sembuh, tidak boleh divaksin, tetapi sekarang aturannya hewan terkena PMK setelah sembuh boleh divaksin. Karena itu, diharapkan masyarakat pemilik ternak bisa berpartisipasi dalam menyukseskan program pemerintah vaksinasi PMK agar Kabupaten Probolinggo segera bebas dari PMK,” jelasnya. (mu/rud)

KRAKSAAN, Radar Bromo– Realisasi proses vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap ternak tahap pertama di Kabupaten Probolinggo sudah rampung. Mencapai 97,9 persen atau 8.817 dosis dari ketersediaan vaksin sebanyak 9.000 dosis.

Medik Veteriner Muda Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan, sebenarnya pagu vaksinasi PMK tahap pertama 9.000 dosis. Namun, realisasinya mencapai 8.817 dosis atau Kurang 183 dosis. “Dalam satu botol belum tentu isinya 200 mililiter (ml). Terkadang isi dan takarannya tidak sama. Jadi, ada yang berkurang dan hal itu sudah biasa untuk obat-obatan,” katanya.

Untuk vaksinasi PMK tahap kedua atau revaksinasi, sampai Rabu (3/8) sekitar pukul 20.30, telah mencapai 26,26 persen atau 2.364 dosis dari target 9.000 dosis. “Kemudian untuk vaksinasi PMK perluasan dari pagu 1.000 dosis hingga pukul 20.30, baru bisa dilaksanakan 159 dosis. Semoga pelaksanaan vaksinasi tahap kedua dan perluasan di Kabupaten Probolinggo bisa berjalan lancar,” harapnya.

Ia berharap masyarakat yang ternaknya belum pernah divaksinasi PMK, segera melaporkan ke petugas teknis peternakan kecamatan maupun dokter hewan setempat. Agar segera diperiksa kesehatan ternaknya. Sebab, persyaratan vaksinasi PMK sekarang berubah dari sebelumnya.

“Kalau dulu hewan yang terkena PMK jika sudah sembuh, tidak boleh divaksin, tetapi sekarang aturannya hewan terkena PMK setelah sembuh boleh divaksin. Karena itu, diharapkan masyarakat pemilik ternak bisa berpartisipasi dalam menyukseskan program pemerintah vaksinasi PMK agar Kabupaten Probolinggo segera bebas dari PMK,” jelasnya. (mu/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/