Usai Golongan Darah B, Giliran Golongan Darah O Kosong

KRAKSAAN, Radar Bromo РStok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo semakin kritis. Setelah golongan darah B Senin (3/8) lalu, kini golongan darah O yang kosong.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo Selasa (4/8), persediaan stok darah untuk golongan A tersedia sebanyak 10 kantong, turun dari sebelumnya berjumlah 18 kantong. Untuk stok AB masih sama sekitar 3 kantong. Sedangkan untuk stok darah O dan B stoknya kosong.

Eko Priyo Santoso, Teknisi Laboratorium PMI Kabupaten Probolinggo mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan darah di kabupaten cukup tinggi. Apalagi golongan darah O dan B. “Bukan hanya B, tapi O juga kosong sekarang,” katanya.

Kondisi seperti itu, membuat PMI harus mencari cara. Sebab, kebutuhan darah memang tidak bisa digantikan oleh hal lain. Karena itu, selain mencoba untuk mencari pendonor petugas juga harus mencari dropingan. “Kami terus mencari dropingan. Ini untuk jaga-jaga,” jelasnya.

Beberapa hari ini pihaknya mencoba untuk mengontak PMI terdekat. Seperti halnya, Lumajang, Gresik, Pasuruan, atau Kota Probolinggo. Namun, hasilnya nihil. Itu, karena kondisi persediaan kantong darah di PMI tersebut juga menipis.

“Persediaannya hanya cukup untuk di daerahnya. Karena itu kami tidak dapat droping,” tuturnya.

Lagi-lagi kondisi pandemi sebagai alasan warga takut untuk melakukan donor darah. Karena itu, stok darah di PMI menjadi sering kritis. Petugas PMI sendiri terus berupaya mencari pendonor untuk persediaan stok darah.

“Karena pandemic, kami sudah menyurati camat. Tetapi belum ada respons. Mungkin karena takut untuk mengumpulkan orang,” terangnya.

Kondisi demikian, ketika warga membutuhkan darah terpaksa harus mengambil dari pihak keluarga pasien yang membutuhkan darah. Tetapi, itu juga memerlukan waktu. Untuk darah dari keluarga harus diproses dan diperiksa apakah mengandung penyakit atau tidak.

“Prosesnya lama. Karena memang harus dilakukan pemeriksaan dulu. Tetapi, kalau dari PMI kan sudah diperiksa. Ini dilakukan dalam kondisi darurat, ” tuturnya. (sid/fun)