alexametrics
24.3 C
Probolinggo
Monday, 8 August 2022

Luas Areal Tanam Tembakau di Kab Probolinggo Menyusut

KREJENGAN, Radar Bromo – Akibat musim kemarau basah, luas areal tanam tembakau di Kabupaten Probolinggo menyusut drastis. Diperkirakan, luas areal tanam tembakau tahun ini hanya sekitar 4.300 hektare. Turun separo dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 9.705 hektare.

“Luas areal tanam tembakau tahun ini turun separonya atau 50 persen lebih,” ujar Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian di Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Probolinggo Bambang, Senin (4/7).

Bambang mengatakan, Kabupaten Probolinggo biasanya menjadi salah satu penghasil tembakau terbesar. Karena tanahnya sangat mendukung. Namun, tahun ini cuaca tidak mendukung. Bahkan, hingga bulan ini masih sering hujan. Tahun ini kembali terjadi kemarau basah.

Dampaknya, petani ragu-ragu untuk menanam tembakau. Sejak Mei 2022, petani sudah menunda untuk menanam tembakau. Dengan harapan, musim kemarau segera tiba dan tidak hujan. Namun, hingga bulan kemarin dan bahkan bulan ini masih sering hujan. Karena itu, petani banyak yang memilih beralih tanam, seperti jagung.

“Karena musim hujan berlanjut alias kemarau basah, petani ragu-ragu untuk menanam tembakau. Banyak dialihkan ke jagung. Seharusnya Mei akhir sudah mulai tanam tembakau. Karena masih hujan, petani ragu-ragu. Akhirnya masa tanam mundur,” jelasnya.

Luas areal tanam tembakau di kecamatan, kata Bambang, tahun ini didominasi Kecamatan Krejengan. Mencapai 1.978,6 hektare. Disusul Kecamatan Kotaanyar 962 hektare; Besuk 374 hektare; dan Paiton 292 hektare. Selebihnya, tersebar di sejumlah kecamatan yang hanya berkisar puluhan hektare.

“Dengan luas areal tanam tembakau menurun, tentu produksi tembakau tahun ini juga menurun,” ujarnya.

KREJENGAN, Radar Bromo – Akibat musim kemarau basah, luas areal tanam tembakau di Kabupaten Probolinggo menyusut drastis. Diperkirakan, luas areal tanam tembakau tahun ini hanya sekitar 4.300 hektare. Turun separo dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 9.705 hektare.

“Luas areal tanam tembakau tahun ini turun separonya atau 50 persen lebih,” ujar Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian di Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Probolinggo Bambang, Senin (4/7).

Bambang mengatakan, Kabupaten Probolinggo biasanya menjadi salah satu penghasil tembakau terbesar. Karena tanahnya sangat mendukung. Namun, tahun ini cuaca tidak mendukung. Bahkan, hingga bulan ini masih sering hujan. Tahun ini kembali terjadi kemarau basah.

Dampaknya, petani ragu-ragu untuk menanam tembakau. Sejak Mei 2022, petani sudah menunda untuk menanam tembakau. Dengan harapan, musim kemarau segera tiba dan tidak hujan. Namun, hingga bulan kemarin dan bahkan bulan ini masih sering hujan. Karena itu, petani banyak yang memilih beralih tanam, seperti jagung.

“Karena musim hujan berlanjut alias kemarau basah, petani ragu-ragu untuk menanam tembakau. Banyak dialihkan ke jagung. Seharusnya Mei akhir sudah mulai tanam tembakau. Karena masih hujan, petani ragu-ragu. Akhirnya masa tanam mundur,” jelasnya.

Luas areal tanam tembakau di kecamatan, kata Bambang, tahun ini didominasi Kecamatan Krejengan. Mencapai 1.978,6 hektare. Disusul Kecamatan Kotaanyar 962 hektare; Besuk 374 hektare; dan Paiton 292 hektare. Selebihnya, tersebar di sejumlah kecamatan yang hanya berkisar puluhan hektare.

“Dengan luas areal tanam tembakau menurun, tentu produksi tembakau tahun ini juga menurun,” ujarnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/