alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 5 July 2022

Sepinya Alun-alun Kraksaan saat PPKM Darurat

KRAKSAAN, Radar Bromo– Pemerintah Kabupaten Probolinggo menerapkan serius PPKM Darurat. Alun-alun Kraksaan yang menjadi tempat berkumpul masyarakat turut ditutup selama PPKM Darurat. Alun-alun pun kini menjadi lengang.

Alun-alun Kraksaan yang saat ini semakin cantik menjadi salah satu lokasi yang sering dikunjungi masyarakat sekitar bersama keluarga untuk menghabiskan waktu senggang. Tak heran jika pada hari Sabtu–Minggu nampak ramai dikunjungi. Banyaknya pengunjung tentunya menyebabkan terjadinya kerumunan yang berpotensi menyebarkan virus Covid-19.

“Sesuai dengan aturan pemerintah pusat falitas umum termasuk alun-alun selama PPKM darurat ditutup,” ujar Kepala DLH Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nurjayadi.

Berdasarkan  pantauan Jawa Pos Radar Bromo  situasi alun-alun nampak sepi. Pasalnya ruas jalan akses masuk menuju parkir alun-alun ditutup menggunakan portal. Di sisi selatan alun-alun yang menjadi pintu masuk, tampak dipasang sebuah tali rafia dan terdapat pemberitahuan jika alun-alun tengah ditutup. Ini dilakukan untuk menghalau pengunjung yang datang.

“Untuk mengantisipasi pengunjung yang datang jalan sudah dikasih portal, kendaraan tidak bisa masuk. Di areal alun-alun juga ada tulisan jika alun-alun ditutup selama PPKM Darurat,” ungkapnya.

Disinggung terkait dengan sistem pengawasan yang dilakukan, kata Dwijoko, jika pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satgas Percepatan  dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dan Kecamatan Kraksaan. Sehingga kerumunan yang ada di alun-alun dapat dibubarkan.

“Kami bersinergi dengan satgas, untuk tindakan atau pelanggaran yang berpotensi terjadi sudah menjadi kewenangannya. Kami hanya mensupport agar aturan yang harus dilakukan selama PPKM Darurat dapat berjalan secara maksimal,” tuturnya.

Sementara itu Abdul Rohim warga setempat yang berkunjung tidak mengetahui jika alun-alun Kraksaan ditutup selama PPKM Darurat diterapkan. Dirinya tidak keberatan jika pengunjung dilarang masuk areal alun-alun. Tiap Sabtu-Minggu memang sering ramai dikunjungi. Potensi kerumunan memang kerap terjadi.

“Hampir setiap pekan saya kesini untuk jogging. Tidak tahu kalau alun-alun ditutup. Ya mau bagaimana lagi sudah aturan pemerintah,” tuturnya. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo– Pemerintah Kabupaten Probolinggo menerapkan serius PPKM Darurat. Alun-alun Kraksaan yang menjadi tempat berkumpul masyarakat turut ditutup selama PPKM Darurat. Alun-alun pun kini menjadi lengang.

Alun-alun Kraksaan yang saat ini semakin cantik menjadi salah satu lokasi yang sering dikunjungi masyarakat sekitar bersama keluarga untuk menghabiskan waktu senggang. Tak heran jika pada hari Sabtu–Minggu nampak ramai dikunjungi. Banyaknya pengunjung tentunya menyebabkan terjadinya kerumunan yang berpotensi menyebarkan virus Covid-19.

“Sesuai dengan aturan pemerintah pusat falitas umum termasuk alun-alun selama PPKM darurat ditutup,” ujar Kepala DLH Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nurjayadi.

Berdasarkan  pantauan Jawa Pos Radar Bromo  situasi alun-alun nampak sepi. Pasalnya ruas jalan akses masuk menuju parkir alun-alun ditutup menggunakan portal. Di sisi selatan alun-alun yang menjadi pintu masuk, tampak dipasang sebuah tali rafia dan terdapat pemberitahuan jika alun-alun tengah ditutup. Ini dilakukan untuk menghalau pengunjung yang datang.

“Untuk mengantisipasi pengunjung yang datang jalan sudah dikasih portal, kendaraan tidak bisa masuk. Di areal alun-alun juga ada tulisan jika alun-alun ditutup selama PPKM Darurat,” ungkapnya.

Disinggung terkait dengan sistem pengawasan yang dilakukan, kata Dwijoko, jika pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satgas Percepatan  dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dan Kecamatan Kraksaan. Sehingga kerumunan yang ada di alun-alun dapat dibubarkan.

“Kami bersinergi dengan satgas, untuk tindakan atau pelanggaran yang berpotensi terjadi sudah menjadi kewenangannya. Kami hanya mensupport agar aturan yang harus dilakukan selama PPKM Darurat dapat berjalan secara maksimal,” tuturnya.

Sementara itu Abdul Rohim warga setempat yang berkunjung tidak mengetahui jika alun-alun Kraksaan ditutup selama PPKM Darurat diterapkan. Dirinya tidak keberatan jika pengunjung dilarang masuk areal alun-alun. Tiap Sabtu-Minggu memang sering ramai dikunjungi. Potensi kerumunan memang kerap terjadi.

“Hampir setiap pekan saya kesini untuk jogging. Tidak tahu kalau alun-alun ditutup. Ya mau bagaimana lagi sudah aturan pemerintah,” tuturnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/