alexametrics
28.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Bupati Tantri Sosialisasi PPKM Darurat, Pedagang Bilang Begini

KRAKSAAN, Radar Bromo–  Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo menggelar inspeksi mendadak (sidak), Minggu (4/7) malam. Giat tersebut dilakukan pada sejumlah warung dan toko waralaba di sekitar Kota Kraksaan. Selain memberikan pemahaman tentang protokol kesehatan pada warga, Satgas menerima beberapa curahan hati dari para pedagang.

Sidak dikomandoi langsung Bupati Probolinggo, P Tantriana Sari dengan didampingi sejumlah Forkopimda. Rombongan langsung mendatangi warung kopi yang berada di sekitar SPBU Semampir, Kraksaan. Disana sedikitnya ada 6 warung dan cafe yang di datangi.

Meski belum menutup lahan usahanya, terlihat para karyawan patuh protokol kesehatan degan menggunakan masker. Berbeda dengan pengunjung yang banyak tidak menggunakan masker. Bahkan mereka tidak menerapkan physical distancing di dalam ruangan.

Meski begitu, petugas tidak menjatuhi sanksi pada pelanggar tersebut. Baik pengunjung toko maupun pemiliknya. Justru petugas memberikan masker pada mereka yang tidak mengenakannya saat itu.

Sejumlah warung yang didatangi tak diminta untuk menutup lapaknya saat itu. Hanya diberikan pemahaman dan sosialisasi atas kebijakan PPKM Darurat tersebut.

“Kami melakukan sidak untuk mengetahui sejauh mana masyarakat paham atas kebijakan PPKM Darurat yang diterapkan pemerintah saat ini. Hasilnya, masih banyak masyarakat yang abai dengan protokol kesehatan. Bahkan ada pula yang tidak tahu apa itu PPKM Darurat,” ujar Bupati usai sidak.

Sidak dilanjukan ke toko swalayan Soponyono dan Diva Kraksaan. Di swalayan yang dikunjungi, bupati dan petugas langsung menanyakan pemilik atau manajer toko. Guna mengetahui sejauh mana pemberlakukan protokol kesehatan yang telah diterapkan. Bupati juga meminta agar toko itu membuka tokonya hingga pukul 20.00.

Bila para toko ini tidak menepati kebijakan yang ditentukan, maka pemerintah akan bertindak tegas. Paling berat, sanksi berupa penutupan permanen akan dijatuhkan pada toko-toko yang tidak patuh.

“Kami telah menerapkan protokol kesehatan bahkan sebelum adanya PPKM darurat saat ini. Kami memperhatikan kondisi kesehatan karyawan juga. Agar melakukan vaksinasi. Bila ada konsumen yang masuk tak mengenakan masker, maka tidak diperkenankan,” ujar manajer Diva Swalayan Rudi, usai tempatnya disidak.

Tim Satgas yang di ketua Bupati juga mendatangi area PKL Semarak dan Pasar Semampir. Saat melakukan sosialisasi di depan salah satu warung PKL Semarak, ketua Satgas disambut curhatan dari salah satu wanita yang saat itu duduk di tempat usahanya.

DIPANTAU: Pusat perbelanjaan di Kraksaan yang juga diminta terapkan poin-poin saat PPKM darurat. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

Ia menyampaikan bahwa sepanjang hari tidak ada satupun dagangannya yang berupa minuman dingin dan jus, laku. Sehingga dengan nada berat, ia merasa keberatan jika harus tutup pukul 20.00.

“Dari tadi duduk menunggu pembeli, satupun belum ada yang duduk. Padahal bukanya dari pagi. Kalau ini ditutup jam 20.00, buahnya bisa busuk besok pagi. Saya rugi nanti. Sementara pemasukan tidak ada,” ujar Fatmawati saat di datangi Bupati.

Sementara itu, Koordinator Penegakan Hukum dan Keamanan, Ugas Irwanto menyampaikan, sidak ini akan terus berlanjut dari hari ke hari. Namun komandan sidak akan dipimpin oleh masing-masing OPD. Itu akan berlanjut hingga batas waktu yang ditentukan. Atau sampai PPKM Darurat ini selesai. (mu/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo–  Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo menggelar inspeksi mendadak (sidak), Minggu (4/7) malam. Giat tersebut dilakukan pada sejumlah warung dan toko waralaba di sekitar Kota Kraksaan. Selain memberikan pemahaman tentang protokol kesehatan pada warga, Satgas menerima beberapa curahan hati dari para pedagang.

Sidak dikomandoi langsung Bupati Probolinggo, P Tantriana Sari dengan didampingi sejumlah Forkopimda. Rombongan langsung mendatangi warung kopi yang berada di sekitar SPBU Semampir, Kraksaan. Disana sedikitnya ada 6 warung dan cafe yang di datangi.

Meski belum menutup lahan usahanya, terlihat para karyawan patuh protokol kesehatan degan menggunakan masker. Berbeda dengan pengunjung yang banyak tidak menggunakan masker. Bahkan mereka tidak menerapkan physical distancing di dalam ruangan.

Meski begitu, petugas tidak menjatuhi sanksi pada pelanggar tersebut. Baik pengunjung toko maupun pemiliknya. Justru petugas memberikan masker pada mereka yang tidak mengenakannya saat itu.

Sejumlah warung yang didatangi tak diminta untuk menutup lapaknya saat itu. Hanya diberikan pemahaman dan sosialisasi atas kebijakan PPKM Darurat tersebut.

“Kami melakukan sidak untuk mengetahui sejauh mana masyarakat paham atas kebijakan PPKM Darurat yang diterapkan pemerintah saat ini. Hasilnya, masih banyak masyarakat yang abai dengan protokol kesehatan. Bahkan ada pula yang tidak tahu apa itu PPKM Darurat,” ujar Bupati usai sidak.

Sidak dilanjukan ke toko swalayan Soponyono dan Diva Kraksaan. Di swalayan yang dikunjungi, bupati dan petugas langsung menanyakan pemilik atau manajer toko. Guna mengetahui sejauh mana pemberlakukan protokol kesehatan yang telah diterapkan. Bupati juga meminta agar toko itu membuka tokonya hingga pukul 20.00.

Bila para toko ini tidak menepati kebijakan yang ditentukan, maka pemerintah akan bertindak tegas. Paling berat, sanksi berupa penutupan permanen akan dijatuhkan pada toko-toko yang tidak patuh.

“Kami telah menerapkan protokol kesehatan bahkan sebelum adanya PPKM darurat saat ini. Kami memperhatikan kondisi kesehatan karyawan juga. Agar melakukan vaksinasi. Bila ada konsumen yang masuk tak mengenakan masker, maka tidak diperkenankan,” ujar manajer Diva Swalayan Rudi, usai tempatnya disidak.

Tim Satgas yang di ketua Bupati juga mendatangi area PKL Semarak dan Pasar Semampir. Saat melakukan sosialisasi di depan salah satu warung PKL Semarak, ketua Satgas disambut curhatan dari salah satu wanita yang saat itu duduk di tempat usahanya.

DIPANTAU: Pusat perbelanjaan di Kraksaan yang juga diminta terapkan poin-poin saat PPKM darurat. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

Ia menyampaikan bahwa sepanjang hari tidak ada satupun dagangannya yang berupa minuman dingin dan jus, laku. Sehingga dengan nada berat, ia merasa keberatan jika harus tutup pukul 20.00.

“Dari tadi duduk menunggu pembeli, satupun belum ada yang duduk. Padahal bukanya dari pagi. Kalau ini ditutup jam 20.00, buahnya bisa busuk besok pagi. Saya rugi nanti. Sementara pemasukan tidak ada,” ujar Fatmawati saat di datangi Bupati.

Sementara itu, Koordinator Penegakan Hukum dan Keamanan, Ugas Irwanto menyampaikan, sidak ini akan terus berlanjut dari hari ke hari. Namun komandan sidak akan dipimpin oleh masing-masing OPD. Itu akan berlanjut hingga batas waktu yang ditentukan. Atau sampai PPKM Darurat ini selesai. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/