Alat TCM RSUD Waluyo Jati Dinilai Efektif untuk Percepat Ketahui Diagnosa Pasien

SUDAH DIGUNAKAN: Alat tes cepat molekuler di RSUD Waluyo Jati Kraksaan saat dicek kesiapannya oleh Bupati beberapa waktu lalu. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN, Radar Bromo– Keberadaan alat Tes Cepat Molekuler (TCM) di RSUD Waluyo Jati Kraksaan diklaim sangat membatu untuk penanganan Covid-19. Pasalnya, dengan keberadaan alat tersebut, deteksi positif maupun negatif korona semakin cepat.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, dr Anang Budi Yoelijanto. Menurutnya, proses deteksi pasien positif atau negatif di daerahnya, semakin cepat dari sebelumnya. Sebelumnya, pihaknya untuk mengetahui seseorang terkonfirmasi positif melakukan swab ke Surabaya.

“Sebenarnya sama saja. Perbedaannya, sekarang lebih cepat karena memakai TCM di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Dimana saat itu diperiksa, hari ini bisa langsung dapat hasilnya,” katanya.

Anang mencontohkan, kalau dulu diperiksa hari ini, maka hasilnya akan diketahui 7 sampai 14 hari kedepan. Itu karena lamanya proses pengiriman sample yang dilakukan ke Surabaya.

“Saat kami menggunakan TCM yang kami miliki, sangat diuntungkan sekali. Karena bisa lebih cepat. Bukan membuat mereka cepat sembuh, tetapi lebih cepat terdiagnosa perkembangannya,” jelasnya.

Menurut Anang, sembuh dan tidak sembuhnya orang positif Covid-19 tergantung bagaimana mereka menjaga daya tahan tubuhnya, pola makan yang bergizi dan vitamin yang diberikan oleh gugus tugas. “Kami rasa dari dulu perlakuannya masih sama seperti itu. Hanya saja sekarang karena adanya TCM, sehingga hasilnya bisa lebih cepat diketahui,” tegasnya.

Berkaitan dengan masuknya Kota Surabaya dalam zona hitam, Anang menyampaika,n memang ada kekhawatiran karena Kabupaten Probolinggo berada pada jalur Surabaya-Bali. Tetapi pihaknya berharap, sekarang masyarakat mungkin walaupun tidak seintens dulu. Karantina di tingkat desa digarapkan gugus tugas tetap sesuai prosedur dan protokol kesehatan.

“Kalau ada pendatang segera dilaporkan, sehingga kami masih berjalan protokol bahwa pendatang harus dirapid test dulu. Setelah dirapid test dan sambil menunggu hasilnya, mereka harus mengisolasi diri di rumahnya sampai ada hasilnya,” tambahnya.

Anang mengharapkan, kesadaran masyarakat ke depan bisa semakin sadar berinisiatif tidak mengharapkan dari gugus tugas yang aktif.  “Dari masyarakat aktif untuk melihat di sekelilingnya dan mengingatkan di sekelilingnya, supaya suasana yang semakin kondusif dan membaik ini bisa semakin membaik lagi,” terangnya. (sid/fun)