alexametrics
28 C
Probolinggo
Monday, 17 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Usai Dikarantina 5 Hari di Puskesmas Maron, PMI Harus Isoma 9 Hari

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sebanyak 33 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Probolinggo yang dikarantina di Puskesmas Maron, Selasa (4/5) diperbolehkan pulang. Mereka pulang setelah dikarantina lima hari.

Puskemas mewajibkan mereka dijemput kepala desa masing-masing. Sebab, mereka harus menandatangani surat pernyataan siap menjalani karantina tambahan atau isoma (isolasi mandiri) selama 9 hari di rumah masing-masing. Tujuannya, karantina yang harus dijalani PMI genap 14 hari.

Koordinator Penegakan Hukum Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, aturan karantina bagi PMI yang pulang kampung baru ada beberapa pekan terakhir. Sejak itu pula, Pemkab Probolinggo mengarantina semua PMI yang pulang kampung. Bahkan, pihaknya menjemput PMI yang terlanjur pulang ke rumah.

Menurutnya, semua PMI yang pulang kampung harus menjalani karantina selama 14 hari. Karantina di Puskesmas Maron hanya 5 hari. Selebihnya sembilan hari, PMI wajib karantina mandiri di rumahnya.

“Itulah mengapa ada aturan kades wajib menjemput PMI yang sudah dikarantina. Tujuannya, untuk memastikan PMI ini menjalani karantina lanjutan di rumahnya selama 9 hari,” katanya.

Sayangnya, tidak semua PMI yang pulang kampung sudah dikarantina. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Proboliggo dr. Dyah Kuncarawati mengatakan, jumlah PMI yang pulang kampung dua bulan terakhir sebenarnya cukup tinggi. Total ada 214 orang. Namun, yang menjalani karantina hanya 53 orang.

”Kami mengetahui jumlah PMI yang pulang atas informasi dari Pemprov Jatim. Kemudian, ketentuan untuk melakukan karantina baru diberlakukan. Sedangkan PMI yang pulang kampung sudah banyak sebelum ada kebijakan itu. Mereka pulang sendiri dan langsung ke rumahnya,” ungkapnya.

Meski demikian, dikatakan Dyah, pihaknya akan terus berupaya menelusuri PMI yang telah pulang kampung. Guna memastikan mereka tidak terpapar Covid-19 dan telah menjalani karantina.

Termasuk meminta pada satgas desa untuk benar-benar menerapkan PPKM skala mikro. Sehingga, saat ada PMI yang pulang kampung dan belum menjalani karantina untuk segera dilaporkan. (mas/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sebanyak 33 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Probolinggo yang dikarantina di Puskesmas Maron, Selasa (4/5) diperbolehkan pulang. Mereka pulang setelah dikarantina lima hari.

Puskemas mewajibkan mereka dijemput kepala desa masing-masing. Sebab, mereka harus menandatangani surat pernyataan siap menjalani karantina tambahan atau isoma (isolasi mandiri) selama 9 hari di rumah masing-masing. Tujuannya, karantina yang harus dijalani PMI genap 14 hari.

Koordinator Penegakan Hukum Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, aturan karantina bagi PMI yang pulang kampung baru ada beberapa pekan terakhir. Sejak itu pula, Pemkab Probolinggo mengarantina semua PMI yang pulang kampung. Bahkan, pihaknya menjemput PMI yang terlanjur pulang ke rumah.

Mobile_AP_Half Page

Menurutnya, semua PMI yang pulang kampung harus menjalani karantina selama 14 hari. Karantina di Puskesmas Maron hanya 5 hari. Selebihnya sembilan hari, PMI wajib karantina mandiri di rumahnya.

“Itulah mengapa ada aturan kades wajib menjemput PMI yang sudah dikarantina. Tujuannya, untuk memastikan PMI ini menjalani karantina lanjutan di rumahnya selama 9 hari,” katanya.

Sayangnya, tidak semua PMI yang pulang kampung sudah dikarantina. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Proboliggo dr. Dyah Kuncarawati mengatakan, jumlah PMI yang pulang kampung dua bulan terakhir sebenarnya cukup tinggi. Total ada 214 orang. Namun, yang menjalani karantina hanya 53 orang.

”Kami mengetahui jumlah PMI yang pulang atas informasi dari Pemprov Jatim. Kemudian, ketentuan untuk melakukan karantina baru diberlakukan. Sedangkan PMI yang pulang kampung sudah banyak sebelum ada kebijakan itu. Mereka pulang sendiri dan langsung ke rumahnya,” ungkapnya.

Meski demikian, dikatakan Dyah, pihaknya akan terus berupaya menelusuri PMI yang telah pulang kampung. Guna memastikan mereka tidak terpapar Covid-19 dan telah menjalani karantina.

Termasuk meminta pada satgas desa untuk benar-benar menerapkan PPKM skala mikro. Sehingga, saat ada PMI yang pulang kampung dan belum menjalani karantina untuk segera dilaporkan. (mas/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2