alexametrics
23.7 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Areal Tanam Padi Belum Optimal, Empat Bulan Baru Segini

DRINGU, Radar Bromo – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo terus mengejar target luasan lahan yang telah ditargetkan oleh Provinsi Jawa Timur. Hingga kini capaian target masih 23.860 hektare.

Realisasi capaian target luasan lahan tanam padi masih belum mampu dimaksimalkan petani. Beberapa petani bahkan masih lebih memilih menanam jagung dibandingkan dengan padi.

Alhasil DKPP lebih gencar memberikan penyuluhan dan pendekatan kepada petani agar tetap mau menanam padi, khusus wilayah yang sangat potensial ditanam padi.

“Hujan sudah mulai berkurang, meskipun belum maksimal. Setidaknya luas lahan padi mendekati 50 persen target yang telah ditetapkan,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Probolinggo, Didik Tulus Prasetyo.

Lanjut Didik, tahun ini DKPP memiliki target luasan tanam lahan padi sebanyak 57.152 hektare. Sedangkan realisasi luasan tanam secara global dari bulan Januari hingga April mencapai 23.860 hektare. Oleh sebab itu pada tujuh bulan berjalan sisa waktu yang ada, upaya menggenjot luasan lahan terus dilakukan.

Dari hasil pemetaan yang telah dilakukan di lapangan, terdapat areal tanam yang diproyeksikan mampu menyumbangkan luasan lahan tanam. Sekaligus mampu berkontribusi banyak pada hasil panen padi. Wilayah tersebut meliputi Kraksaan, Pajarakan, Gending, Banyuanyar, Gading, Tegalsiwalan dan Tongas.

Banyaknya wilayah potensial harus diimbangi dengan kemauan petani untuk menanam. Dengan tercapainya luasan lahan maka ketahanan pangan akan terwujud. “Pada umumnya semua wilayah di Kabupaten Probolinggo sangat potensial untuk ditanami padi. Jadi, untuk menggenjot kekurangan target luasan lahan bisa dimaksimalkan. Kami optimistis target bisa tercapai,” ungkapnya. (ar/fun)

DRINGU, Radar Bromo – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo terus mengejar target luasan lahan yang telah ditargetkan oleh Provinsi Jawa Timur. Hingga kini capaian target masih 23.860 hektare.

Realisasi capaian target luasan lahan tanam padi masih belum mampu dimaksimalkan petani. Beberapa petani bahkan masih lebih memilih menanam jagung dibandingkan dengan padi.

Alhasil DKPP lebih gencar memberikan penyuluhan dan pendekatan kepada petani agar tetap mau menanam padi, khusus wilayah yang sangat potensial ditanam padi.

“Hujan sudah mulai berkurang, meskipun belum maksimal. Setidaknya luas lahan padi mendekati 50 persen target yang telah ditetapkan,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Probolinggo, Didik Tulus Prasetyo.

Lanjut Didik, tahun ini DKPP memiliki target luasan tanam lahan padi sebanyak 57.152 hektare. Sedangkan realisasi luasan tanam secara global dari bulan Januari hingga April mencapai 23.860 hektare. Oleh sebab itu pada tujuh bulan berjalan sisa waktu yang ada, upaya menggenjot luasan lahan terus dilakukan.

Dari hasil pemetaan yang telah dilakukan di lapangan, terdapat areal tanam yang diproyeksikan mampu menyumbangkan luasan lahan tanam. Sekaligus mampu berkontribusi banyak pada hasil panen padi. Wilayah tersebut meliputi Kraksaan, Pajarakan, Gending, Banyuanyar, Gading, Tegalsiwalan dan Tongas.

Banyaknya wilayah potensial harus diimbangi dengan kemauan petani untuk menanam. Dengan tercapainya luasan lahan maka ketahanan pangan akan terwujud. “Pada umumnya semua wilayah di Kabupaten Probolinggo sangat potensial untuk ditanami padi. Jadi, untuk menggenjot kekurangan target luasan lahan bisa dimaksimalkan. Kami optimistis target bisa tercapai,” ungkapnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/