Jam Operasional Pasar di Kab Probolinggo Dibatasi, Pedagang Bebas Retribusi

DIBATASI: Pengendara motor melintas di depan Pasar Sebaung, Kecamatan Gending. Selama pembatasan jam operasional pasar, para pedagang dibebaskan dari retribusi pasar. (Achmad Arianto/Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kebijakan Pemkab Probolinggo membatasi jam operasional pasar, berdampak pada omzet para pedagang. Karenanya, sejak diberlakukannya kebijakan ini para pedagang akan dibebaskan dari retribusi pasar.

Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi, memastikan kebijakan yang diambil telah dipertimbangkan dengan matang. Sehingga, akibat pengurangan jam operasional pasar dapat diminimalisasi. “Dampak pembatasan jam operasional pasar paling terasa pada omzet pedagang yang mengalami penurunan. Untuk itu retribusi pasar akan dibebaskan,” ujarnya.

Menurutnya, besaran retribusi yang dikenakan kepada setiap pedagang tidak sama. Penentuan tarif retribusi disesuaikan kelas pasar, jenis pelayanan, jenis dagangan, serta lokasi yang ditempati pedagang untuk menggelar dagangannya. “Tarif retribusi yang ditetapkan tidak sama, karena erat kaitannya dengan omzet yang diperoleh,” ujarnya.

Dengan dibebaskannya pedagang dari retribusi pasar, pihaknya berharap omzet yang diperoleh pedagang tidak berdampak signifikan. Kebijakan yang telah dikeluarkan sedianya memang sebagai upaya mengurangi kerugian akibat batasan operasional layanan pasar.

Untuk menyiasati penurunan omzet, pihaknya juga menganjurkan kepada pedagang untuk berjualan dengan sistem online. Sehingga, masyarakat yang membutuhkan barang dari lapaknya bisa bertransaksi secara online serta menjauhkan dari kerumunan.

Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah penyebaran virus korona. Sebab, pasar merupakan tempat berkumpulnya banyak orang. Sehingga, dinilai sangat berpotensi menyebarkan virus. “Penyebaran virus korona yang begitu cepat tentu harus disikapi dengan membuat kebijakan yang tepat untuk mengantisipasinya,” ujar Dwijoko.

Tidak hanya pasar tradisional, Pemkab Probolinggo, juga membatasi jam operasional pertokoan modern. Tujuannya sama, pencegahan penyebaran Covid-19.

Kebijakan ini tertuang dalam surat bernomor: 510/260/426.117/2020, tertanggal 30 Maret 2020, perihal Pembatasan Jam Operasional dan Penjualan Online. Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi, mengatakan pembatasan jam operasional pertokoan modern mulai pukul 09.00 hingga 15.00 dan melakukan penjualan secara online.

Pembatasan ini berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan oleh Pemkab Probolinggo. “Kami memang memberikan pembatasan jam operasional pertokoan dan menganjurkan untuk memberikan layanan penjualan online,” ujarnya.

Menurutnya, toko modern juga merupakan tempat kerumunan banyak orang, sehingga rentan terhadap penularan Covid-19. Untuk mencegah dan mengurangi risikonya, jam operasionalnya dikurangi dan diberi kesempatan melayani penjualan secara online.

“Kami berharap masyarakat Kabupaten Probolinggo, turut membantu dan mendukung Pemkab Probolinggo dalam rangka pencegahan penanggulangan Covid-19 dengan menerapkan physical distancing dan di rumah saja. Apabila akan memenuhi kebutuhan supaya menggunakan media belanja online,” ujarnya. (ar/mas/rud)