Bertambah Lagi, Suspect asal Banyuanyar Meninggal, Baru Pulang dari Semarang

KRAKSAAN, Radar Bromo – Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) atau suspect yang meninggal karena Covid-19 atau virus korona terus bertambah di Kabupaten Probolinggo. Sabtu (4/4), warga Desa Gununggeni, Kecamatan Banyuanyar meninggal dunia diduga akibat virus korona.

Suspect keenam ini menjadi pasien ketiga yang meninggal. Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo memasukkan pasien suspect yang meninggal itu sebagai PDP. Karena, belum terkonfirmasi apakah pasien itu positif Covid-19 atau tidak.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Budy Yoelijanto menyebut, jumlah PDP atau suspect di Kabupaten Probolinggo bertambah satu. Awalnya lima orang, kemarin bertambah menjadi enam orang.

”Ada tambahan satu PDP yang meninggal. Jadi total ada enam PDP, dan tiga di antaranya meninggal,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Pasien suspect keenam ini, menurutnya lelaki usia sekitar 50 tahun. Dia baru pulang dari Semarang, karena selama ini yang bersangkutan memang bekerja di Semarang.

“Pasien ini sempat dirawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, selama sehari. Pasien juga sudah menjalani rapid test dan hasilnya negatif Covid-19. Meski negatif, tetap kami masukkan PDP,” terangnya.

Sementara itu, suspect yang masih dalam perawatan adala balita 3,5 tahun asal Desa/Kecamatan Sukapura. Balita itu telah tes swab pertama dan hasilnya negatif. Saat ini dia menunggu hasil tes swab kedua.

“Informasinya hasil tes swab kedua negatif hasilnya. Tapi kami masih belum terima secara tertulis hasilnya,” tuturnya. (mas/hn)