Sejak Januari-Februari, PA Kraksaan Sudah Putus 419 Perkara Perceraian

MENUNGGU: Terlihat aktivitas pengunjung di Pengadilan Agama Kraksaan yang berada di Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kasus perceraian di Kabupaten Probolinggo masih tergolong tinggi. Sejak pergantian tahun, Pengadilan Agama (PA) Kraksaan yang berada di Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, sudah memutus 419 perkara perceraian. Selama dua bulan belakangan, kasus perceraian mengalami kenaikan.

Panitera Muda Hukum PA Kraksaan Masyhudi mengatakan, tambahan perkara perceraian yang diputus pada Februari ini berjumlah 232. Terjadi peningkatan dari Januari lalu yang mencatatkan angka pernikahan mencapai 187 perkara.

“Dibanding pada bulan Januari, pada bulan Februari masih lebih tinggi. Dengan rincian perkaranya didominasi CG (Cerai Gugat, red). Perkara CG sebanyak 151, sedangkan CT (Cerai Talak, red) nya ada 81,” ujarnya.

Sementara yang menjadi faktor utama maraknya perceraian tersebut, menurutnya lebih disebabkan karena seringnya ada percekcokan antar pasangan. Selain itu faktor ekonomi juga menyebabkan angka perceraian itu tinggi.

“Ketika sidang itu kan kami tanyakan, kenapa mau cerai. Dan yang karena faktor pertengkaran terus-menerus itu ada 94. Kalau yang karena ekonomi ada 73. Sisanya karena berbagai macam faktor,” ujarnya.

Ironisnya, dari total perceraian tersebut, faktor perzinahan mengalami peningkatan dari Januari lalu. Di mana pada Januari PA hanya mendapatkan 1 perkara perceraian yang disebabkan perzinahan.“Faktor perzinahan mengalami peningkatan. Ada 4 saat ini (Februari, red). Ini kan pertanda bahwa perselingkuhan semakin marak,” ujarnya.

Meningkatnya putusan cerai tersebut menurutnya juga tidak terlepas dari banyaknya pasangan yang mengajukan cerai pada Februari ini. Selain itu juga disebabkan karena masih ada beberapa perkara perceraian Januari yang belum diputus.

“Cerai ini yang Januari menyisakan 287 untuk diproses di Februari. Sedangkan yang Februari, perkara cerai yang masuk totalnya 198 kasus. Makanya putusannya meningkat,” ujarnya. (mg1/fun)