alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Penyaluran BLT-DD di Kab Probolinggo Diprediksi Akhir Bulan Ini

KRAKSAAN, Radar Bromo – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai bersumber dari Dana Desa (BLT-DD) hingga kini masih dipersiapkan. Nantinya akan dilaksanakan setelah APBDesa selesai masuk ke KPPN.

Kasi Perencanaan dan Evaluasi Desa DPMD Kabupaten Probolinggo, Farhan Hidayat mengatakan bahwa saat ini setiap desa masih melakukan proses penyusunan APBDesa. Sehingga pelaksanaan penyaluran akan dilaksanakan setelah semuanya selesai dan lengkap.

“Masih berproses, dan tentunya nanti akan dilaksanakan setelah APBDesa selesai masuk ke KPPN,” katanya.

Sedianya, lanjut Farhan, BLT-DD dilanjutkan lantaran pandemi Covid-19 masih melanda. Akibatnya kesejahteraan masyarakat belum pulih seperti kondisi semula sehingga masih membutuhkan bantuan dari pemerintah.

Kendati demikian tahun ini penyaluran BLT-DD lebih diperketat. Evaluasi penyaluran bantuan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sudah terdaftar kembali dilakukan.

Kemudian dilakukan pemutakhiran data calon penerima bantua melalui sinkronisasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sehingga dapat diketahui bahwa calon penerima benar-benar belum menerima bantuan apa-apa dari pemerintah. Upaya ini dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

Nantinya warga yang berhak mendapatkan dan  tidak tercover PKH dan BPNT menjadi target penerima BLT-DD. Jika ada temuan KPM yang sudah tercover bantuan lain dari Pemerintah akan dilakukan pencoretan. KPM yang dinyatakan lolos akan mendapatkan bantuan Rp 300.000.

“Ada beberapa tahapan yang harus dilalui, paling cepat akhir februari mulai bisa disalurkan. Pastinya lebih cepat lebih baik supaya bisa dimanfaatkan oleh warga yang berhak,” ujar Farhan. (ar/fun)

 

KRAKSAAN, Radar Bromo – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai bersumber dari Dana Desa (BLT-DD) hingga kini masih dipersiapkan. Nantinya akan dilaksanakan setelah APBDesa selesai masuk ke KPPN.

Kasi Perencanaan dan Evaluasi Desa DPMD Kabupaten Probolinggo, Farhan Hidayat mengatakan bahwa saat ini setiap desa masih melakukan proses penyusunan APBDesa. Sehingga pelaksanaan penyaluran akan dilaksanakan setelah semuanya selesai dan lengkap.

“Masih berproses, dan tentunya nanti akan dilaksanakan setelah APBDesa selesai masuk ke KPPN,” katanya.

Sedianya, lanjut Farhan, BLT-DD dilanjutkan lantaran pandemi Covid-19 masih melanda. Akibatnya kesejahteraan masyarakat belum pulih seperti kondisi semula sehingga masih membutuhkan bantuan dari pemerintah.

Kendati demikian tahun ini penyaluran BLT-DD lebih diperketat. Evaluasi penyaluran bantuan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sudah terdaftar kembali dilakukan.

Kemudian dilakukan pemutakhiran data calon penerima bantua melalui sinkronisasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sehingga dapat diketahui bahwa calon penerima benar-benar belum menerima bantuan apa-apa dari pemerintah. Upaya ini dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

Nantinya warga yang berhak mendapatkan dan  tidak tercover PKH dan BPNT menjadi target penerima BLT-DD. Jika ada temuan KPM yang sudah tercover bantuan lain dari Pemerintah akan dilakukan pencoretan. KPM yang dinyatakan lolos akan mendapatkan bantuan Rp 300.000.

“Ada beberapa tahapan yang harus dilalui, paling cepat akhir februari mulai bisa disalurkan. Pastinya lebih cepat lebih baik supaya bisa dimanfaatkan oleh warga yang berhak,” ujar Farhan. (ar/fun)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/