alexametrics
30.2 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Target Retribusi Pasar Daerah di Kab Probolinggo Kurang Rp 25 Juta

KRAKSAAN, Radar Bromo – Ditengah wabah pandemi covid-19 Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo  berupaya mengejar target retribusi pasar yang dibebankan. Hingga tutup tahun capaian target mencapai 99 persen, dan hanya kurang Rp 25 juta.

Capaian tersebut berasal dari target pasar yang telah diturunkan menjadi 2,5 miliar. Sebab kondisi pandemi yang menyebabkan penurunan daya beli masyarakat dan pembatasan jam operasional pasar menjadi bahan pertimbangan. Oleh karena itu perlu penyesuaian kebijakan dan evaluasi target agar mampu dikejar hingga tutup tahun.

“Sejauh ini capaian retribusi pasar cukup memuaskan, hanya kurang satu persen. Sebelumnya sempat pesimis, namun kami tetap berupaya,” ujar Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo, Taufik Alami.

Menurunya, capaian retribusi pasar terbantu dengan adanya belanja online yang di lakukan di beberapa pasar. Penjualan barang dagangan dapat dilakukan tanpa harus datang langsung kepasar. Kendati masih terus dievaluasi, layanan ini diklaim dapat membantu pedagang dan konsumen.

“Sistem penjualan online juga turut berkontribusi pada omzet pedagang. Ini akan terus kami kembangkan,” katanya.

Selain itu kembalinya jam operasional pasar yang sempat dibatasi juga turut mempengaruhi. Pedagang yang berjualan dipasar dapat menggelar dagangannya dengan durasi yang lama. Peluang untuk menjual barang dagangan juga lebih banyak. Lakunya barang akan memompa pendapatan pedangang.

“Tidak dapat dipungkiri pembatasan jam operasional pasar berpengaruh pada pendapatan. Pasca jam operasional normal, pendapatan pedagang juga naik meskipun belum maksimal,” tuturnya.

Disinggung terkait target pasar tahun ini, Taufik menjelaskan, masih belum ada perubahan. Retribusi pasar tetap ditargetkan sebesar 2,5 miliar. Namun demikian perubahan target masih bisa dimungkinkan menyesuaikan situasi dan kondisi ekonomi masyarakat.

“Sejauh ini masih belum ada perubahan. Rencana kejar target kami usahakan sejak awal tahun, mudah-mudahan situasi dan kondisi mendukung,” ujar Taufik. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Ditengah wabah pandemi covid-19 Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo  berupaya mengejar target retribusi pasar yang dibebankan. Hingga tutup tahun capaian target mencapai 99 persen, dan hanya kurang Rp 25 juta.

Capaian tersebut berasal dari target pasar yang telah diturunkan menjadi 2,5 miliar. Sebab kondisi pandemi yang menyebabkan penurunan daya beli masyarakat dan pembatasan jam operasional pasar menjadi bahan pertimbangan. Oleh karena itu perlu penyesuaian kebijakan dan evaluasi target agar mampu dikejar hingga tutup tahun.

“Sejauh ini capaian retribusi pasar cukup memuaskan, hanya kurang satu persen. Sebelumnya sempat pesimis, namun kami tetap berupaya,” ujar Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo, Taufik Alami.

Menurunya, capaian retribusi pasar terbantu dengan adanya belanja online yang di lakukan di beberapa pasar. Penjualan barang dagangan dapat dilakukan tanpa harus datang langsung kepasar. Kendati masih terus dievaluasi, layanan ini diklaim dapat membantu pedagang dan konsumen.

“Sistem penjualan online juga turut berkontribusi pada omzet pedagang. Ini akan terus kami kembangkan,” katanya.

Selain itu kembalinya jam operasional pasar yang sempat dibatasi juga turut mempengaruhi. Pedagang yang berjualan dipasar dapat menggelar dagangannya dengan durasi yang lama. Peluang untuk menjual barang dagangan juga lebih banyak. Lakunya barang akan memompa pendapatan pedangang.

“Tidak dapat dipungkiri pembatasan jam operasional pasar berpengaruh pada pendapatan. Pasca jam operasional normal, pendapatan pedagang juga naik meskipun belum maksimal,” tuturnya.

Disinggung terkait target pasar tahun ini, Taufik menjelaskan, masih belum ada perubahan. Retribusi pasar tetap ditargetkan sebesar 2,5 miliar. Namun demikian perubahan target masih bisa dimungkinkan menyesuaikan situasi dan kondisi ekonomi masyarakat.

“Sejauh ini masih belum ada perubahan. Rencana kejar target kami usahakan sejak awal tahun, mudah-mudahan situasi dan kondisi mendukung,” ujar Taufik. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/