alexametrics
23.9 C
Probolinggo
Wednesday, 29 June 2022

Sepuluh Bulan, BPBD Catat 72 Insiden Bencana di Kab Probolinggo

DRINGU, Radar Bromo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten memetakan sebagai upaya mitigasi risiko bencana. Hingga akhir September tercatat, telah terjadi 72 bencana. Jika dibandingkan dengan tahun lalu di bulan yang sama, kejadian bencana mengalami penurunan.

Personel Pusat Pengendalian Operasi-Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Probolinggo, Silvia Verdiana mengatakan, ada beberapa potensi bencana yang terjadi di Kabupaten Probolinggo. Rata-rata didominasi banjir. Jika ditarik satu tahun sebelumnya, ada penurunan kejadian bencana.

Beberapa jenis bencana terjadi selama kurun waktu sepuluh bulan belakangan di antaranya sebanyak 22 kejadian bencana bajir dan genangan; 23 kejadian bencana tanah longsor; 17 kejadian bencana angin kencang; 4 kejadian bencana rob dan abrasi; 2 kejadian kebakaran hutan dan lahan. Sementara kecelakaan air, kekeringan, gempa bumi, dan pandemi covid-19 masing-masing satu kejadian.

“Hanya ada satu kejadian bencana pada bulan Oktober yakni kebakaran hutan dan lahan di Bromo, rembetan kebakaran di bawah Gunung Penanjakan. Jika ditotal sudah 72 kejadian bencana dalam kurun waktu 10 bulan,” katanya. Berdasarkan data kejadian bencana, terjadi masa perlihan antara musim kemarau ke penghujan jadi bencana lebih kompleks.

Jika ditarik satu tahun sebelumnya ada penurunan kejadian bencana. Bulan oktober tahun sebelumnya terdapat 12 kejadian bencana, di antaranya 2 kebakaran hutan dan lahan; 5 angin kencang; 3 tanah longsor dan 2 bencana banjir. Sementara saat bulan Oktober tahun ini hanya satu kejadian bencana yakni kebakaran hutan dan lahan.

DRINGU, Radar Bromo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten memetakan sebagai upaya mitigasi risiko bencana. Hingga akhir September tercatat, telah terjadi 72 bencana. Jika dibandingkan dengan tahun lalu di bulan yang sama, kejadian bencana mengalami penurunan.

Personel Pusat Pengendalian Operasi-Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Probolinggo, Silvia Verdiana mengatakan, ada beberapa potensi bencana yang terjadi di Kabupaten Probolinggo. Rata-rata didominasi banjir. Jika ditarik satu tahun sebelumnya, ada penurunan kejadian bencana.

Beberapa jenis bencana terjadi selama kurun waktu sepuluh bulan belakangan di antaranya sebanyak 22 kejadian bencana bajir dan genangan; 23 kejadian bencana tanah longsor; 17 kejadian bencana angin kencang; 4 kejadian bencana rob dan abrasi; 2 kejadian kebakaran hutan dan lahan. Sementara kecelakaan air, kekeringan, gempa bumi, dan pandemi covid-19 masing-masing satu kejadian.

“Hanya ada satu kejadian bencana pada bulan Oktober yakni kebakaran hutan dan lahan di Bromo, rembetan kebakaran di bawah Gunung Penanjakan. Jika ditotal sudah 72 kejadian bencana dalam kurun waktu 10 bulan,” katanya. Berdasarkan data kejadian bencana, terjadi masa perlihan antara musim kemarau ke penghujan jadi bencana lebih kompleks.

Jika ditarik satu tahun sebelumnya ada penurunan kejadian bencana. Bulan oktober tahun sebelumnya terdapat 12 kejadian bencana, di antaranya 2 kebakaran hutan dan lahan; 5 angin kencang; 3 tanah longsor dan 2 bencana banjir. Sementara saat bulan Oktober tahun ini hanya satu kejadian bencana yakni kebakaran hutan dan lahan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/