alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Usai Banjir di Probolinggo, Sampah di TPA Seboro Menggunung

KRAKSAAN, Radar Bromo – Tumpukan sampah pascabanjir menjadi pemandangan yang lumrah dijumpai. Hal serupa juga terlihat di beberapa titik pasca terjadinya banjir di wilayah Gending. Senin (2/11) lalu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo mengangkut sebanyak 2 ton sampah dampak banjir.

Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi menuturkan bahwa sampah yang diangkut mayoritas merupakan sampah rumah tangga. Tumpukan sampah diangkut dari beberapa pintu air dan tepi jalan yang nampak mengganggu.

“Begitu selesai banjir sudah ada petugas yang mengangkut sampah. Sekitar 2 ton diangkut dan langsung dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) Seboro,” ucapnya.

Menurutnya, sampah rumah tangga yang banyak ditemukan berupa plastik dan bekas popok bayi yang dibuang sembarangan. Lokasi paling banyak ditemukan adalah saluran air yang ada di sekitar Gending. Hal ini menjadi pemandangan yang cukup miris, sebab sampah plastik dan popok bayi yang berserakan mengganggu aliran pintu air.

Tidak hanya itu, juga dapat menyebabkan pendangkalan saluran air. “Namanya juga sampah, beberapa kali dibersihkan dan diangkut tetap saja terus ada dan menumpuk mengikuti arus air,” katanya.

Hal ini mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, sehingga sampah yang seharusnya memerlukan penanganan khusus dibuang begitu saja. Dalam jangka waktu lama akan menimbulkan bencana banjir.

Saat ini pihaknya sedang melakukan pemetaan wilayah tumpukan sampah di wilayah Gending. Di mana nantinya akan disediakan kontainer sampah agar pembuangan sampah dapat dilakukan secara terpusat. Selain untuk mewujudkan kebersihan dan kesehatan, juga mengantisipasi bencana banjir yang saat ini perlu diwaspadai.

“Masih kami petakan, agar sampah tidak berserakan. Penanganannya pun bisa dilakukan dengan cepat. Agar masalah sampah dapat ditanggulangi,” pungkasnya. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Tumpukan sampah pascabanjir menjadi pemandangan yang lumrah dijumpai. Hal serupa juga terlihat di beberapa titik pasca terjadinya banjir di wilayah Gending. Senin (2/11) lalu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo mengangkut sebanyak 2 ton sampah dampak banjir.

Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi menuturkan bahwa sampah yang diangkut mayoritas merupakan sampah rumah tangga. Tumpukan sampah diangkut dari beberapa pintu air dan tepi jalan yang nampak mengganggu.

“Begitu selesai banjir sudah ada petugas yang mengangkut sampah. Sekitar 2 ton diangkut dan langsung dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) Seboro,” ucapnya.

Menurutnya, sampah rumah tangga yang banyak ditemukan berupa plastik dan bekas popok bayi yang dibuang sembarangan. Lokasi paling banyak ditemukan adalah saluran air yang ada di sekitar Gending. Hal ini menjadi pemandangan yang cukup miris, sebab sampah plastik dan popok bayi yang berserakan mengganggu aliran pintu air.

Tidak hanya itu, juga dapat menyebabkan pendangkalan saluran air. “Namanya juga sampah, beberapa kali dibersihkan dan diangkut tetap saja terus ada dan menumpuk mengikuti arus air,” katanya.

Hal ini mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, sehingga sampah yang seharusnya memerlukan penanganan khusus dibuang begitu saja. Dalam jangka waktu lama akan menimbulkan bencana banjir.

Saat ini pihaknya sedang melakukan pemetaan wilayah tumpukan sampah di wilayah Gending. Di mana nantinya akan disediakan kontainer sampah agar pembuangan sampah dapat dilakukan secara terpusat. Selain untuk mewujudkan kebersihan dan kesehatan, juga mengantisipasi bencana banjir yang saat ini perlu diwaspadai.

“Masih kami petakan, agar sampah tidak berserakan. Penanganannya pun bisa dilakukan dengan cepat. Agar masalah sampah dapat ditanggulangi,” pungkasnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/