Darurat, Stok Golongan Darah B di PMI Kab Probolinggo Kosong

TERBATAS: Seorang pegawai Pemkab Probolinggo tengah donor darah di PMI Kabupaten Probolinggo, kemarin. Saat ini, stok golongan darah B di Kabupaten Probolinggo tengah kosong. (Foto: M Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pandemi Covid-19 yang belum berlalu berpengaruh kepada stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo. Stok darah beberapa bulan ini sering terganggu. Terbaru, stok darah golongan B kini sedang kosong.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Probolinggo Adi Nugroho mengatakan, situasi pandemi membuat pihaknya selektif dalam menerima pendonor. Selain itu, juga ada ketakutan pendonor karena takut tertular virus korona.

“Tentunya untuk donor harus benar benar dinyatakan sehat. Kalau kondisinya kurang memungkinkan, kami kembalikan,” ungkap Adi Nugroho

Untuk kondisi saat ini, mau tidak mau PMI harus mencari pendonor. Pasalnya, stok darah sudah dalam kondisi kritis. Apalagi, sampai ada golongan darah tertentu yang kosong. “Biasanya kami lakukan droping. Tetaou, ini masih mencari PMI sekitar yang hanyak stok darahnya,” jelasnya.

PMI sendiri disebutkannya bukannya tanpa upaya untuk mengatasi kondisi krisis stok darah itu. Pihak PMI disebutkan telah menyurati camat se-Kabupaten Probolinggo. Tujuannya, untuk permintaan donor darah.

Tetapi, sejauh ini surat tersebut belum ada respons. “Belum ada respons. Kurang tau ini karena apa. Tetapi, yang pasti ya karena Covid-19 ini. Ini (dampak pandemi) masuk semua lini,” terangnya.

Dengan stok darah di PMI sekitar 26 kantong itu, disebutkan hanya cukup dua hari saja. Menurut Adi, kondisi kekurangan stok darah tak hanya terjadi kali ini saja.

Beberapa bulan terakhir, memang banyak permintaan golongan darah O dan juga B. “Yang sering kosong stoknya, O dan B. Sebab, banyak sekali permintaan. Kalau AB, cenderung sedikit,” tandasnya.

Pihaknya berharap pendonor yang rutin mendonorkan darahnya untuk tidak sungkan melakukan donor darah. Itu, dilakukan agar mencukupi persediaan darah yang ada di PMI.

“Kami terus berupaya untuk mencari pendonor. Karena kebutuhan darah ini tidak bisa digantikan oleh apapun,” tandasnya. (sid/mie)