alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Penanganan Longsor Tunggu Disposisi Plt Bupati, Sementara  Tangani Darurat

KRAKSAAN, Radar Bromo– Sepanjang Januari-Mei, tercatat ada 25 kejadian bencana longsor di Kabupaten Probolinggo. Beberapa di antaranya belum tertangani dengan baik. Alasannya, masih menunggu petunjuk dari Plt Bupati Probolinggo.

Salah satunya yang belum ditangani adalah longsornya Tembok Penahanan Tanah (TPT) di Kecamatan Tiris dan Kecamatan Kotaanyar. Seperti diungkapkan Penata Penanggulangan Bencana Muda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Abdullah.

Menurutnya, sejauh ini belum ada petunjuk Plt Bupati, terkait penanganan maupun perbaikan dampak longsor. Namun, ia mengaku mendapatkan kabar petunjuk itu segera turun. “Informasinya, Senin ini (hari ini), dispo (disposisi) sudah turun. Kita lihat saja, apakah nanti kewenangan perbaikan akan turun ke kami atau ke pihak lain,” katanya.

Ia memastikan, telah melakukan penanganan sementara terhadap dampak longsor di Kecamatan Tiris dan Kecamatan Kotaanyar. Di Kecamatan Tiris, penanganan dilakukan dengan memasang yellow line di sekitar lokasi.

“Karena di sana kondisinya kan jalan umum. Kami beri yellow line. Sementara, di Kotaanyar, kerja bakti mengantisipasi longsor susulan sudah dilakukan bersama warga dan perangkat desa,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Rabu (22/6), TPT di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, ambrol sekitar pukul 03.00. Akibatnya, jalan kabupaten itu tergerus dengan lebar sekitar 15 meter dan kedalaman 20 meter. Jalan pun semakin sempit. Yang awalnya 6 meter, kini hanya menyisakan 4 meter.

Longsor juga terjadi di Kecamatan Kotaanyar. TPT di RT 7/RW 4, Dusun Alas Kembang, Desa Tambakukir, amrbol. TPT yang ambrol ini tingginya sekitar 10-12 meter dengan panjang sekitar 15 meter. Di atasnya, terdapat dua rumah. Syukur, hanya bagian teras saja yang tergerus. (mu/rud)

KRAKSAAN, Radar Bromo– Sepanjang Januari-Mei, tercatat ada 25 kejadian bencana longsor di Kabupaten Probolinggo. Beberapa di antaranya belum tertangani dengan baik. Alasannya, masih menunggu petunjuk dari Plt Bupati Probolinggo.

Salah satunya yang belum ditangani adalah longsornya Tembok Penahanan Tanah (TPT) di Kecamatan Tiris dan Kecamatan Kotaanyar. Seperti diungkapkan Penata Penanggulangan Bencana Muda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Abdullah.

Menurutnya, sejauh ini belum ada petunjuk Plt Bupati, terkait penanganan maupun perbaikan dampak longsor. Namun, ia mengaku mendapatkan kabar petunjuk itu segera turun. “Informasinya, Senin ini (hari ini), dispo (disposisi) sudah turun. Kita lihat saja, apakah nanti kewenangan perbaikan akan turun ke kami atau ke pihak lain,” katanya.

Ia memastikan, telah melakukan penanganan sementara terhadap dampak longsor di Kecamatan Tiris dan Kecamatan Kotaanyar. Di Kecamatan Tiris, penanganan dilakukan dengan memasang yellow line di sekitar lokasi.

“Karena di sana kondisinya kan jalan umum. Kami beri yellow line. Sementara, di Kotaanyar, kerja bakti mengantisipasi longsor susulan sudah dilakukan bersama warga dan perangkat desa,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Rabu (22/6), TPT di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, ambrol sekitar pukul 03.00. Akibatnya, jalan kabupaten itu tergerus dengan lebar sekitar 15 meter dan kedalaman 20 meter. Jalan pun semakin sempit. Yang awalnya 6 meter, kini hanya menyisakan 4 meter.

Longsor juga terjadi di Kecamatan Kotaanyar. TPT di RT 7/RW 4, Dusun Alas Kembang, Desa Tambakukir, amrbol. TPT yang ambrol ini tingginya sekitar 10-12 meter dengan panjang sekitar 15 meter. Di atasnya, terdapat dua rumah. Syukur, hanya bagian teras saja yang tergerus. (mu/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/