alexametrics
29.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Musim Tanam Tembakau Mundur karena Hujan, Operasi Gudang Mengikuti

KRAKSAAN, Radar Bromo– Mundurnya musim tanam tembakau di Kabupaten Probolinggo, menjadi perhatian banyak pihak. Hal ini akan memengaruhi pembukaan gudang tembakau. Diperkirakan, gudang akan buka pada akhir Agustus. Menyesuaikan masa panen.

Musim tanam tembakau di Kabupaten Probolinggo biasanya dilakukan mulai bulan ini. Namun, sejauh ini masih belum banyak petani yang mulai menanam. Bahkan, ada yang baru melakukan pembibitan. Diperkirakan, petani akan menanam mulai akhir Juni hingga awal Juli.

Kondisi ini mendapatkan perhatian dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo. Ketua APTI Kabupaten Probolinggo Mudzakir mengatakan, mundurnya masa tanam ini dipengaruhi cuaca yang tidak menentu.

“Karena ada fenomena La Lina, sehingga cuaca tidak dapat diprediksi. Membuat cuaca yang seharusnya pada Juni-Juli tidak ada hujan, masih ada. Akibatnya, proses tanam tembakau mundur,” jelasnya.

Mundurnya masa tanam dapat memengaruhi waktu pembukaan gudang-gudang tembakau. Hal itu diungkapkan Mudzakir, setelah dirinya berkomunikasi dengan sejumlah pemilik gudang di Kabupaten Probolinggo.

“Beberapa waktu lalu ada rekanan yang main ke Probolinggo dan main ke gudang. Saat ditanya pembukaan, gudang bilang bisa saja menyesuaikan (panen) dari para petani. Biasanya gudang buka kan Agustus. Bisa jadi nanti mundur sampai akhir Agustus,” jelasnya.

Kondisi cuaca yang tak menentu, kata Mudzakir, sangat memengaruhi kualitas tembakau. Hujan sangat menggangu proses tanam. “Utamanya tembakau yang baru ditanam. Misalnya kena hujan, harus dilakukan tambal sulam. Karena mati,” katanya.

KRAKSAAN, Radar Bromo– Mundurnya musim tanam tembakau di Kabupaten Probolinggo, menjadi perhatian banyak pihak. Hal ini akan memengaruhi pembukaan gudang tembakau. Diperkirakan, gudang akan buka pada akhir Agustus. Menyesuaikan masa panen.

Musim tanam tembakau di Kabupaten Probolinggo biasanya dilakukan mulai bulan ini. Namun, sejauh ini masih belum banyak petani yang mulai menanam. Bahkan, ada yang baru melakukan pembibitan. Diperkirakan, petani akan menanam mulai akhir Juni hingga awal Juli.

Kondisi ini mendapatkan perhatian dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo. Ketua APTI Kabupaten Probolinggo Mudzakir mengatakan, mundurnya masa tanam ini dipengaruhi cuaca yang tidak menentu.

“Karena ada fenomena La Lina, sehingga cuaca tidak dapat diprediksi. Membuat cuaca yang seharusnya pada Juni-Juli tidak ada hujan, masih ada. Akibatnya, proses tanam tembakau mundur,” jelasnya.

Mundurnya masa tanam dapat memengaruhi waktu pembukaan gudang-gudang tembakau. Hal itu diungkapkan Mudzakir, setelah dirinya berkomunikasi dengan sejumlah pemilik gudang di Kabupaten Probolinggo.

“Beberapa waktu lalu ada rekanan yang main ke Probolinggo dan main ke gudang. Saat ditanya pembukaan, gudang bilang bisa saja menyesuaikan (panen) dari para petani. Biasanya gudang buka kan Agustus. Bisa jadi nanti mundur sampai akhir Agustus,” jelasnya.

Kondisi cuaca yang tak menentu, kata Mudzakir, sangat memengaruhi kualitas tembakau. Hujan sangat menggangu proses tanam. “Utamanya tembakau yang baru ditanam. Misalnya kena hujan, harus dilakukan tambal sulam. Karena mati,” katanya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/