alexametrics
24.3 C
Probolinggo
Monday, 8 August 2022

Musim Panas Sudah Datang, Wilayah Produksi Garam Dipantau

DRINGU, Radar Bromo– Sejak sepekan terakhir di Kabupaten Probolinggo, cuaca sudah terasa cukup terik. Intensitas hujan mulai berkurang. Karena itu, Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo mulai memantau lahan produksi garam.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiyono mengatakan, produksi garam masih sangat dipengaruhi cuaca. Setiap perubahan cuaca selalu menjadi pertimbangan petambak untuk melakukan produksi. Saat cuaca cukup terik, akan dilakukan persiapan secara bertahap.

“Sepekan terakhir terasa begitu panas. Kami prediksikan sudah dapat memulai produksi garam,” ungkapnya.

Namun, pihaknya tidak tergesa-gesa melakukan produksi. Karena masih berpotensi hujan. Mengaca pada tahun-tahun sebelumnya, Kabupaten Probolinggo mengalami kemarau basah. Meski masuk musim kemarau, ternyata masih sering hujan.

“Anomali cuaca dan kemarau basah seperti tahun-tahun sebelumnya masih kami waspadai. Petambak garam pun demikian,” katanya.

Petugas lapangan, kata Hari, telah memantau wilayah potensi penghasil garam yang tersebar di jalur Pantura. Meliputi Kecamatan Dringu, Gending, Pajarakan, Kraksaan, dan Kecamatan Paiton. Setiap tahun wilayah ini menjadi penghasil garam. Meski jumlah produksinya belum maksimal.

“Kalau panasnya cukup baik, tentunya proses kristalisasi garam dapat dilakukan secara maksimal. Tapi, jika sebaliknya, produksi juga akan terdampak,” bebernya.

DRINGU, Radar Bromo– Sejak sepekan terakhir di Kabupaten Probolinggo, cuaca sudah terasa cukup terik. Intensitas hujan mulai berkurang. Karena itu, Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo mulai memantau lahan produksi garam.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiyono mengatakan, produksi garam masih sangat dipengaruhi cuaca. Setiap perubahan cuaca selalu menjadi pertimbangan petambak untuk melakukan produksi. Saat cuaca cukup terik, akan dilakukan persiapan secara bertahap.

“Sepekan terakhir terasa begitu panas. Kami prediksikan sudah dapat memulai produksi garam,” ungkapnya.

Namun, pihaknya tidak tergesa-gesa melakukan produksi. Karena masih berpotensi hujan. Mengaca pada tahun-tahun sebelumnya, Kabupaten Probolinggo mengalami kemarau basah. Meski masuk musim kemarau, ternyata masih sering hujan.

“Anomali cuaca dan kemarau basah seperti tahun-tahun sebelumnya masih kami waspadai. Petambak garam pun demikian,” katanya.

Petugas lapangan, kata Hari, telah memantau wilayah potensi penghasil garam yang tersebar di jalur Pantura. Meliputi Kecamatan Dringu, Gending, Pajarakan, Kraksaan, dan Kecamatan Paiton. Setiap tahun wilayah ini menjadi penghasil garam. Meski jumlah produksinya belum maksimal.

“Kalau panasnya cukup baik, tentunya proses kristalisasi garam dapat dilakukan secara maksimal. Tapi, jika sebaliknya, produksi juga akan terdampak,” bebernya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/